Polda Metro Jaya Tembak Mati 5 Kriminal dalam Sepekan

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Instruksi Kapolda Metro Jaya Irjen Putut Eko Bayuseno, agar jajarannya menjadikan Jakarta sebagai neraka jahanam bagi penjahat, tampaknya meraih kesusesan.

Pasalnya, setelah adanya instruksi tersebut, anggota kepolisian tak segan menembak pelaku kejahatan bersenjata api dan membahayakan masyarakat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, tercatat ada sekitar lima pelaku kejahatan yang ditembak mati oleh petugas dalam sepekan terakhir ini.

"Satu pelaku perampokan rumah mewah ditembak oleh Satuan Jatanras Polda Metro, dua pelaku curanmor bersenpi ditembak oleh Polres Jakarta Utara, ada juga terakhir di Cikupa, pelaku curanmor bersenpi juga ditembak mati. Kita sudah buktikan itu sesuai arahan Kapolda, tindakan tegas bagi pelaku kejahatan," tutur Rikwanto, Minggu (28/7/2013)

Dalam beberapa bulan terakhir, Rikwanto menilai memang ada peningkatan kualitas kejahatan yang dilakukan oleh para pelaku salah satunya melengkapi diri menggunakan senpi, dan tak segan melukai korban.

Tapi, setelah adanya perintah tembak ditempat, Rikwanto mengungkapkan angka kejahatan sudah mulai menurun. "Minggu lalu misalnya, masih marak perampokan nasabah bank dan curanmor. Tapi intensitasnya kini mulai menurunt," imbuhnya.

"Perintah tembak pelaku kejahatan ini akan terus dilakukan sampai Jakarta aman dan tentram, tidak dihantui rasa mencekam," tandasnya.

Baca Juga:

Polda Metro Jaya Bentuk Satgas untuk Awasi Rumah-rumah Pemudik

Polda Minta Pemprov Jakarta Buat Laporan Resmi Soal Preman Tanah Abang

Polisi yang Menjadi Beking PKL Tanah Abang Bakal Diperiksa Propram

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.