Polda Metro Jaya Usul Tempat Wisata di Ibu Kota Ditutup saat Libur Lebaran 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya menyampaikan sejumlah usulan guna menekan laju penyebaran Covid-19 di ibu kota dan sekitarnya, antara lain penutupan tempat wisata pada masa libur Lebaran 2021 dan imbauan salat ied di rumah masing-masing.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Marsudianto saat rapat bersama dengan Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Kasdam Jaya Brigjen TNI M Saleh Mustafa, beserta jajaran, Selasa (4/5/2021).

"Tadi dalam rapat lintas sektoral disampaikan kami minta keputusan dari Dinas Pariwisata, kalau bisa seperti tahun kemarin itu ditutup saja, tapi kalau memang nanti dari Menteri Pariwisata mungkin punya kebijakan lain tentunya kami akan menyesuaikan dan akan kami lakukan pengaturan-pengaturan lebih lanjut," papar dia.

Marsudianto menerangkan, usulan Polda Metro Jaya sebaiknya area wisata ditutup. Sementara kegiatan solat ied sebaiknya dilakukan di rumah. Menurutnya, salat ied di rumah masing-masing tidak akan mengurangi makna hari lebaran.

"Kalau bisa di rumah saja. Kami kan hanya mengusulkan saja, tapi ya terserah masyarakat kalau itu memang diyakini nyaman di masjid ya kami persilakan. Ini semata untuk menjaga kesehatan jangan sampai nanti kita seperti di India ada gelombang tsunami Covid-19, sekarang di Malaysia juga demikian kita tidak harapkan itu," ucap dia.

Siap Amankan Tempat Wisata

Polda Metro Jaya menggelar apel pelepasan tenaga vaksinator dan tracer COVID-19 di lapangan Promoter Polda Metro Jaya, Kamis (11/2/2021). Polri menyiapkan 40.336 personel Bhabinkabtimas menjadi tracer sebagai langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran corona. (merdeka.com/Imam Buhori)
Polda Metro Jaya menggelar apel pelepasan tenaga vaksinator dan tracer COVID-19 di lapangan Promoter Polda Metro Jaya, Kamis (11/2/2021). Polri menyiapkan 40.336 personel Bhabinkabtimas menjadi tracer sebagai langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran corona. (merdeka.com/Imam Buhori)

Namun demikian, Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya serta unsur pengamanan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap membantu untuk menegakkan aturan protokol kesehatan di area wisata untuk mencegah penumpukan.

"Jadi untuk tiketnya dibeli secara online, kemudian dibatasi hanya 50 persen, toh kalau masih ada juga penumpukan kami akan lakukan penyekatan buka tutup sementara waktu," ucap dia.

Marsudianto menerangkan, personel yang ditempatkan di area wisata jumlahnya tergantung kebutuhan, salah satunya pertimbangan pengunjung yang hadir.

"Bervariasi ya lokasi untui di tempat wisata, apakah Kota Tua, Ancol, Ragunan, TMII, Pulau Seribu tentu akan brbeda-beda. disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi kerawanannya," ucap dia.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: