Polda Metro jelaskan video calon Bintara tak bisa ikut pendidikan

Polda Metro Jaya memberikan penjelasan mengenai video viral di media sosial tentang seorang pemuda bernama Fahri Fadilah Nur Rizki (21) yang tidak lolos mengikuti pendidikan calon Bintara Polri meski dinyatakan lulus tes bahkan menempati peringkat ke-35 dari 1.200 peserta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan Fahri dinyatakan tidak dapat mengikuti pendidikan karena memiliki masalah kesehatan yaitu buta warna parsial.

"Berdasarkan surat dari Mabes Polri sebelum peserta mengikuti pendidikan ada kegiatan supervisi dari peserta yang telah dinyatakan lulus. Kemudian supervisi menemukan yang bersangkutan tidak memenuhi syarat dengan temuan buta warna parsial," kata Endra Zulpan di Jakarta, Senin.

Zulpan menambahkan atas dasar temuan itu kemudian Fahri menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut di rumah sakit Polri Kramat Jati dengan disaksikan oleh kedua orangtuanya, Kabid Dokter Kesehatan, Kabid Propam, dan Biro SDM Polda Metro Jaya.

Dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh dokter spesialis mata RS Polri Kramat Jati itu diketahui bahwa Fahri tetap dinyatakan buta warna parsial.

"Inilah yang membuat bersangkutan tidak dapat mengikuti pendidikan karena ini syarat mutlak jadi anggota Polri harus tidak buta warna," ujar Zulpan.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa seorang anggota polisi yang memiliki riwayat medis seperti buta warna parsial akan berdampak bahaya bagi masyarakat dan juga dirinya sendiri.

"Contoh dalam mengatur arus lalu lintas tidak bisa membedakan lampu, tidak bisa melihat secara benar perbedaan lampu lalu lintas bisa berdampak pada keselamatan yang bersangkutan dan juga keselamatan masyarakat di jalan raya," tutur Zulpan.
Baca juga: Dankodiklatau tutup pendidikan Sekolah Pembentukan Bintara A-39 TNI AU
Baca juga: Polri menambah kuota Bintara Polri buat putra asli Papua
Baca juga: Ismet yang sekolah sembari "ngojek" akhirnya diterima jadi polisi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel