Polda Metro: Jika Ada Anggota Polri Buta Warna Parsial akan Berdampak saat Bertugas

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang anak bernama Fahri Fadilah Nur Rizki (21) mendadak menjadi sorotan tak lolos menjadi siswa Bintara 2021. Rizki yang mempunyai nomor pendaftaran 031125-P0431 asal pengiriman Polres Jakarta Timur (Jaktim) itu gagal menjadi polisi setelah mengalami buta warna parsial.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan, masalah kesehatan dialami Fahri itu dapat berdampak kepadanya maupun orang lain apabila lolos menjadi anggota Korps Bhayangkara. Zulpan mengambil contoh ketika Rizki bertugas mengatur lalu lintas dan tak bisa membedakan rambu lalu lintas berdampak terhadap keselamatannya dan masyarakat.

"Karena dampaknya bagi dia dan masyarakat jika ada anggota Polri yang memiliki kelainan kesehatan buta warna parsial dalam tugasnya di lapangan. Contoh jika dia bertugas mengatur arus lalu lintas maka tidak bisa membedakan atau melihat perbedaan lampu merah, kuning, hijau dan berdampak pada keselamatan yang bersangkutan dan masyarakat dan banyak hal lain yang bisa ditimbulkan," kata Zulpan kepada wartawan, Selasa (31/5).

Selain itu, Zulpan menjelaskan, Fahri telah mendaftar sebagai calon anggota Polri sebanyak tiga kali yakni pada 2019 hingga 2020. Namun, saat itu dia tak lolos seleksi karena dalam syarat pada tahap pemeriksaan kesehatan didiagnosa buta warna parsial.

Tiga Kali Daftar Polisi

Selanjutnya, kata Zulpan, pada 2021 Fahri kembali mendaftarkan diri sebagai polisi dan sempat dinyatakan lulus tahap 1 tahun anggaran 2022. Namun, setelah itu berdasarkan surat dari Mabes Polri sebelum para peserta mengikuti pendidikan, ada kegiatan supervisi yang dilakukan terhadap pada peserta yang sudah lulus.

"Kemudian supervisi yang dipimpin ketua tim menyebutkan yang bersangkutan tidak memenuhi syarat dengan temuan buta warna parsial," ujar dia.

Atas temuan itu, pihak Polda Metro Jaya melakukan tindak lanjut atas supervisi dengan pemeriksaan yang disaksikan Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kabid Propam Polda Metro Jaya, Sekretariat SDM Polda Metro Jaya dan orang tua wali Fahri di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada 25 Januari 2022.

"Hasilnya yang dipimpin dokter Susan selaku spesialis mata hasilnya buta warna parsial ini yang membuat yang bersangkutan tidak bisa mengikuti pendidikan," tutur dia.

"Karena ini syarat mutlak untuk anggota Polri adalah harus tidak buta warna ini syarat utama dari sisi kesehatan yang harus dipahamkan," tutupnya. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel