Polda Metro Minta Simpatisan Habib Rizieq Tak Datangi Sidang

Ezra Sihite, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengimbau kepada para simpatisan agar tidak mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur (Jaktim) saat pelaksanaan sidang kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan terdakwa Habib Muhammad Rizieq Shihab.

“Ini kan persidangan virtual jadi sebaiknya tidak usah datang ke sana situasi sedang begini (COVID-19),” kata Yusri saat dihubungi pada Selasa, 16 Maret 2021.

Menurut dia, apabila masih ada simpatisan yang dianggap membandal tetap mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Timur menghadiri sidang Habib Rizieq maka akan ditindak oleh aparat. Namun, polisi akan mengedepankan tindakan persuasif dulu.

“Massa diimbau tidak usah datang ke sana. Biarkan bergulir sidang ini. Jangan sampai nanti menimbulkan kerumunan, yang penting jangan ke sana, karena sekarang sedang penerapan pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Jadi harus menghindari kerumunan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan pihaknya akan siapkan pengamanan untuk jalannya proses sidang perdana kasus pelanggaran protokol kesehatan dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab dan kawan-kawan pada Selasa, 16 Maret 2021.

“Sidang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Sidang dilakukan secara virtual tapi Polri siapkan kekuatan pasukan untuk pengamanan di PN Jakarta Timur,” kata Rusdi di Mabes Polri, Jakarta pada Senin, 15 Maret 2021.

Ada tiga kasus tindak pidana kekarantinaan kesehatan yang menyeret Habib Rizieq. Pertama, kasus pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan, Jakarta Pusat dan Tebet, Jakarta Selatan.

Dalam kasus ini, Habib Rizieq dijadikan tersangka bersama Haris Ubaidillah (HU), Maman Suryadi (MS), Ahmad Sobri Lubis (ASL), Habib Idrus (I), dan Muhammad Hanif Alatas (MHA).

Sementara Habib Rizieq dikenakan Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 93 Undang Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun tersangka HU, MS, MHA, ASL dan I dijerat Pasal 93 Undang Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain itu Habib Rizieq ditetapkan tersangka kasus protokol kesehatan di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Dalam kasus ini, Habi Rizieq dijerat Pasal 14 Ayat (1) dan (2) Undang Undang RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 93 Undang Undang RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan/atau Pasal 216 KUHP.

Selanjutnya, Habib Rizieq bersama Direktur RS Ummi dokter Andi Tatat dan Muhammad Hanif Alatas (MHA) dijadikan tersangka lagi dalam kasus dugaan menghalangi penanganan wabah penyakit menular di Rumah Sakit (RS) Ummi Kota Bogor.

Dalam kasus ini, tiga tersangka melanggar Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 14 Ayat (1) dan Ayat (2) Undang Undang RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 56 KUHP.