Polda Metro Periksa Pelapor Jerinx, Ini Hasilnya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Penyidik Polda Metro Jaya telah memeriksa pelapor pemain drum Grup Band Superman Is Dead, I Gede Ariastina alias Jerinx atau JRX yakni Adam Deni Gearaka pada Rabu, 14 Juli 2021. Dalam klarifikasi itu, Deni dicecar sejumlah pertanyaan.

“Ada 11 pertanyaan dan klien saya sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan dari tim penyidik Polda Metro Jaya,” kata Kuasa Hukum Deni, Achi Achmad di Mapolda Metro Jaya pada Rabu malam, 14 Juli 2021.

Menurut dia, kliennya dimintai keterangan sebagai saksi pelapor terkait bukti-bukti atas laporan yang dibuatnya terhadap Jerinx. Namun, Achi tidak bisa menjelaskan secara rinci mengingat kasus ini masih tahap klarifikasi di kepolisian.

“Kan masih undangan klarifikasi atas laporan. Tentunya, biarkan Tim Penyelidik Polda Metro Jaya bekerja atas laporan dugaan pengancaman kekerasan yang dilalui media elektronik,” ujarnya.

Adapun, Achi mengatakan pasal dilaporkan terhadap Jerinx yakni Pasal 335 KUHP dan Pasal 29 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, junto Pasal 45b Undang-Undang ITE, Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008.

Sebelumnya diberitakan, Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya mengaku sudah menerima laporan polisi terhadap Jerinx atau JRX. Dia dipolisikan atas dugaan ancaman kekerasan melalui media elektronik.

"Ya jadi laporannya sudah masuk kemarin (Sabtu, 10 Juli 2021)," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus pada Senin, 12 Juli 2021.

Kata Yusri, penyidik kini tengah meneliti laporan tersebut. Hal ini dilakukan tak lain guna menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dalam laporan tersebut.

“Saat ini masih kita teliti dulu. Kalau memenuhi unsur-unsur baru kita naikkan ke tingkat penyidikan,” katanya.

Jerinx dilaporkan oleh Adam Deni Gearaka. Dirinya merasa telah diancam Jerinx lewat telepon karena diduga telah menghilangkan akun Instagram pribadinya. Awalnya, pelapor sering berkomentar di akun terlapor Jerinx.

“Kemudian enggak tahu kenapa terlapor menghubungi korban melalui telepon, menurut korban dia diancam dengan kata-kata yang kurang wajar ya," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel