Polda Metro segera ekspos kasus penembakan polisi

MERDEKA.COM. Pihak kepolisian berjanji pekan ini akan mengungkap keterkaitan penemuan senjata api yang ditemukan dari berbagai lokasi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengungkapkan, polisi akan menjelaskan bagaimana segala penemuan itu berkaitan satu dengan yang lainnya.

"Untuk senjata, minggu ini diekspos dari berbagai penemuan yang ada," kata Rikwanto kepada wartawan, Jakarta, Selasa (3/9).

Selain itu, Rikwanto menambahkan, gelar ekspos juga termasuk jenis senjata yang digunakan pelaku penembakan polisi, yang menyebabkan kematian tiga anggota Korps Bhayangkara. "Termasuk pemaparan keterkaitan itu juga," tambahnya.

Penemuan senjata api pertama kali, ketika seorang pasangan meninggalkan puluhan senpi serta amunisi saat menginap di penginapan Duta Seni Pangrawat Apitan, Anjungan Jateng TMII, Jakarta Timur.

Mereka meninggalkan 479 peluru dengan rincian 6 butir Peluru kaliber 9 mm, 4 butir Peluru kaliber 7 mm super, 1 peluru kecil, 8 butir selongsong peluru kosong, 460 butir peluru tajam AK 47 kaliber 7,62 mm, satu buah pematik Revolver, 1 silinder Revolver, 23 mimis senapan angin, 2 koper berisi pakaian, satu set alat pancing.

Sebelumnya pihak kepolisian juga berhasil mengamankan lima orang pengrajin senjata api ilegal yang beroperasi di daerah Cipacing, Sumedang, Jawa Barat.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Hery Heryawan mengatakan, penangkapan tersebut merupakan pengembangan dari penemuan ratusan peluru di TMII milik Aris Widagdo (45), dan residivis teroris Iqbal Khusaeni alias Ramli alias Rambo alias Iboy (32).

"Ada lima orang yang kami tangkap di Cipacing. Mereka orang yang sering membuat senjata api rakitan," kata Herry kepada wartawan, Senin (26/8).

Pelaku itu antara lain adalah Asep Barkah (36), Aok Dahron (40), Dede Supriyatna (47), Yopi Maulana (31), dan Yona Martiana (25).

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.