Polda Metro Sidak Ratusan Kantor, Berapa yang Diproses

·Bacaan 1 menit

VIVAPolda Metro Jaya menyebut, sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap 120 perkantoran selama kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa-Bali.

Sejak 3 Juli 2021, perkantoran yang bukan esensial dan kritikal, terutama untuk wilayah DKI Jakarta, diharuskan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Namun ada beberapa kantor yang kedapatan melanggar.

"Sebanyak 120 kantor kita lakukan penyidakan atau pemeriksaan. Hasilnya, sampai dengan saat ini yang diselidiki atau masih tahap penyelidikan ada sembilan kasus, penyidikan ada 35 kasus," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu, 14 Juli 2021.

Lantas, lanjutnya, penyidik sudah menetapkan tersangka dari 35 perusahaan yang disidak tersebut. Tapi, tidak dirinci jumlah tersangkanya.

Sebanyak 35 perusahaan itu melanggar PPKM Darurat dengan tidak mematuhi aturan 100 persen WFH bagi yang bukan sektor esensial dan kritikal. Para tersangka dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, dengan ancaman 1 tahun penjara dan/atau denda Rp1 juta.

"Pimpinan perusahaan tersebut ada yang sudah jadi tersangka. Ada yang pimpinannya, manajernya bahkan CEO-nya," kata dia.

Selain perusahaan, ada satu kasus penyebaran berita bohong alias hoax di media sosial terkait COVID-19 yang ditindak. Lalu, dilakukan sidang tindak pidana ringan (tipiring) sebanyak 90 kasus.

Yusri menegaskan, pergerakan perkantoran di Jakarta terus dimonitor. Perkantoran sektor non-esensial dan non-kritikal yang masih kedapatan buka secara diam-diam akan ditindak tegas.

"Ada lagi kasus melawan petugas di lapangan tiga kasus, memalsukan surat tujuh kasus, penimbunan obat atau dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) tiga kasus, dan penimbunan oksigen satu kasus. Ini upaya untuk mengurangi mobilitas di Jakarta," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel