Polda Metro tangkap lima penyusup saat ada unjuk rasa di Patung Kuda

Polda Metro Jaya menangkap lima pemuda yang menyusup dan diduga menjadi provokator saat berlangsung unjuk rasa di Bundaran Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin.

"Ada lima orang pemuda yang bukan merupakan kelompok elemen dari massa aksi yang mencoba menyusup dan provokasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan saat dikonfirmasi, Senin.

Zulpan mengatakan, kelima orang tersebut diduga sebagai provokator yang sempat membuat unjuk rasa memanas.

"Mereka yang tadi jadi pemicunya, sempat terjadi gesekan sedikit," ujarnya.

Meski demikian, Zulpan menyebutkan, unjuk rasa tersebut secara garis besar berlangsung tertib dan kondusif. "Intinya terkendali aman, walau ada kericuhan kecil," kata Zulpan.

Zulpan mengatakan, lima orang tersebut kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan dan dilakukan pendataan.

"Masih diperiksa, sekarang (lima orang) di Polda Metro Jaya," tuturnya.

Baca juga: Satu orang diamankan terkait ketegangan massa GNPR dengan massa lain

Baca juga: Massa GNPR berunjuk rasa di Patung Kuda Monas

Arsip Foto - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Monas, Jakarta, Kamis (2/12/2021). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)
Arsip Foto - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Monas, Jakarta, Kamis (2/12/2021). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Komarudin menyebutkan ketegangan massa unjuk rasa di kawasan Patung Kuda karena adanya komunikasi yang salah antarkelompok pendemo.

"Kalau pantauan kami ada miskom. Karena tadi di satu ruas jalan yang lain, tepatnya di Merdeka Barat ada satu aliansi yang menyampaikan pendapatnya di muka umum, namun sepertinya dianggap mengganggu oleh kelompok yang di sebelahnya PA 212, sehingga ada ketersinggungan," kata Komarudin saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Massa yang terlibat bersitegang tersebut, kata Komarudin, berjumlah sekitar 40 orang dan belum diketahui asalnya.

"Kurang lebih sekitar 40-an orang. Kita juga belum monitor mereka darimana, karena tidak ada pemberitahuan sama sekali," tutur Komarudin.
Baca juga: Massa pengemudi daring tinggalkan Pasaraya Blok M

Baca juga: Pengemudi daring akan bertemu perwakilan aplikasi pada Jumat besok