Polda NTT Janji Usut Tuntas Kasus Kerumunan Pemprov di Pulau Semau

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, NTT - Terkait video kerumunan acara Pemprov NTT yang viral di media sosial, pihak Polda NTT mengaku tengah mengusut kasus tersebut. Sebelumnya, ramai dibicarakan soal kerumunan acara Pemprov NTT bersama para pejabat daerah di Pulau Semau yang disebut-sebut melanggar protokol kesehatan di tengah kebijakan PPKM.

"Polda NTT sejak awal terjadinya peristiwa tersebut telah bekerja dan membentuk tim untuk mengusut hal tersebut. Sejumlah pihak telah dimintai keterangan," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna B kepada Liputan6.com, Kamis (2/9/2021).

Tim yang dibentuk telah meminta klarifikasi kepada panitia penyelengara dan Satgas Covid-19 Provinsi NTT, serta pihak-pihak terkait untuk mendapatkan kejelasan peristiwa tersebut, baik secara kelengkapan adiministrasinya maupun pelaksanaannya.

"Hasil sementara tim didapatkan bahwa ada beberapa tahapan baik acara resmi dan acara tambahan, sehingga perlu dilihat pada tahapan mana kelalaian dalam pelaksanaan prokes tersebut terjadi," katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Koordinasi dengan Satgas Covid-19

Polri sangat menghargai demokrasi dan aturan hukum, semua pengaduan atau laporan masyarakat harus dilaksanakan pengkajian sehinga sesuai ketentuan yang berlaku agar memberikan persamaan di depan hukum kepada semua warga.

Krisna mengatakan, dalam peristiwa kelalaian dalam pengawasan prokes seperti ini, maka yang dikedepankan adalah Satgas Covid-19 baik itu tingkat pusat, provinsi dan Kabupaten/Kota sesuai tugas dan tanggung jawab yang telah ditetapkan ketentuan yg berlaku.

"Polda NTT terus bekerja dan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Provinsi dan Kabupaten Kupang untuk menyelesaikan persoalan ini," katanya.

Simak Juga Video Pilihan Berikut:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel