Polda Papua Pastikan Proses Hukum Dua Provokator Ricuh Penangkapan Lukas Enembe

Merdeka.com - Merdeka.com - Polda Papua telah mengamankan 19 orang yang diduga terlibat kericuhan menyusul langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Papua Lukas Enembe. Dua di antaranya dipastikan akan diproses hukum karena ditengarai sebagai provokator.

"Yang diamankan petugas kepolisian kurang lebih 19 orang, termasuk tadi ada yang melempar, ada yang provokator. Sehingga ini kita sedang melakukan pemeriksaan," kata Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri dalam konferensi pers secara daring, Rabu (11/1).

Jenderal bintang dua ini menegaskan, dua orang yang diamankan dan akan diproses karena dianggap sebagai provokator yakni DE (29) dan EP (36). Sementara belasan orang lainnya yang masih menjalani pemeriksaan akan dibebaskan apabila tidak terbukti bersalah atau melakukan kesalahan.

"Apabila nanti dari hasil pemeriksaan mereka tidak ada keterkaitan itu, kita akan kembalikan. Tetapi kalau contoh di depan Brimob ini kan nyerang petugas dengan batu, tentu prosesnya kita akan lanjutkan," tegasnya.

Seperti diberitakan, Gubernur Papua Lukas Enembe ditangkap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (10/1). Dia ditangkap sebagai tersangka korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.

Penangkapan ini mendapat reaksi dari pendukung Lukas Enembe. Mereka mencoba masuk ke Mako Brimob Polda Papua dan Bandara Sentani. Bentrok dengan aparat keamanan tidak terhindarkan. Sekurangnya satu orang meninggal dunia dan lima lainnya luka-luka dalam peristiwa itu. [yan]