Polda Pastikan Tidak Ada Penimbunan Tabung Oksigen di Pasaran

·Bacaan 2 menit
Sebuah tabung terlihat di tempat pengisian Oxygen Medical di kawasan Jalan Minang Kabau, Jakarta, Senin (28/6/2021). Permintaan pengisian oksigen di agen tabung oksigen di Jakarta alami peningkatan seiring lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi dalam satu pekan terakhir. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Polda Metro Jaya telah selesai melakukan klarifikasi kepada para suplier oksigen untuk mengkonfirmasi terkait kabar yang beredar soal kelangkaan tabung oksigen di pasaran. Hal itu menyusul naiknya angka penyebaran Covid-19 di Indonesia saat ini.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kabid Humad Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menyampaikan jika pihaknya tidak menemukan adanya dugaan tindakan penimbunan tabung oksigen. Menurutnya, kelangkaan yang terjadi, karena permintaan yang meningkat.

"Cuman memang ada peningkatan permintaan karena kita ketahui bersama beberapa rujukan rumah sakit rujukan cobid BOR nya cukup tinggi. Tapi sampai saat ini produsen masih menyanggupi, ini dari rapat koordinasi dengan produsen-produsen yang ada, sudah dipanggil untuk kita tanyakan langsung," kata Yusri kepada wartawan, Rabu (30/6).

Selain permintaan yang meningkat, Yusri juga mengatakan penyebab kelangkaan oksigen ini karena tingginya pembelian yang dilakukan oleh perorangan. Sehingga alur distribusi dari suplier ke rumah sakit menjadi terganggu.

"Tetapi dengan situasi sekarang ini, permintaan dari perorangan ini yang cukup banyak. Yang sekarang ini ramai di toko-toko merasa kehabisan karena adanya permintaan perorangan," sebutnya.

Oleh sebab itu, Yusri mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan membeli secara berlebihan tabung oksigen yang ada langsung di pasaran. Karena hal itu dapat mengganggu alur stok pendistribusian tabung oksigen.

"Sehingga ini mengurangi stok yabg ada di beberapa toko-toko yang biasanya dibeli secara perorangan. Tetapi untuk rumah sakit sampai dengan saat ini tercukupi," katanya.

Walaupun sampai saat ini, kata Yusri, stok tabung oksigen untuk kebutuhan rumah sakit di wilayah Jakarta dan sekitarnya masih tercukupi. Namun pihaknya juga akan mendukung skema pemerintah untuk mengawasi pendistribusian oksigen ke rumah sakit.

"Sementara memang dari pemerintah kita agak dibuat skala prioritas untuk rumah sakit rumah sakit yang dijadikan skala prioritas. Tapi di rumah sakit tidak kurang cukup untuk sampai saat ini," katanya.

Prioritas untuk Rumah Sakit

Sebelumnya, Polisi tengah mengusut kabar beredar soal kelangkaan tabung oksigen di pasaran. Indikasi penimbunan tabung pun didalami Kepolisian. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan menurut temuan Polri penyebab kelangkaan tabung oksigen di pasaran karena diprioritaskan untuk kecukupan di rumah sakit.

"Ketersediaan tabung oksigen berkurang karena distributor memprioritaskan ke rumah sakit-rumah sakit," kata Argo, seperti dikutip Antara, Senin, 28 Juni 2021. Pengecekan ini guna memastikan ketersediaan tabung oksigen untuk pasien Covid-19 dan mengantisipasi penimbunan.

"Segala kemungkinan dilihat, apakah karena banyak yang pakai dibandingkan dengan stok," kata Argo.

Reporter: Bachtiarudin Alam

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel