Polda Sumsel: Tembakan petugas seusai prosedur bubarkan massa

MERDEKA.COM. Ratusan warga Kelurahan Rupit Kecamatan Rupit, memblokir jalan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) menggunakan portal sambil membakar ban bekas, Senin (29/4) kemarin sejak pagi hingga malam hari. Aksi ini mereka lakukan karena menuntut pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara di Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan.

Karena aksi ini melumpuhkan Jalinsum lebih dari 12 jam, petugas Polres Musi Rawas dibantu Brimob Kompi Petanang Lubuklinggau mengambil tindakan tegas, membubarkan secara paksa. Rupanya, malah berujung kericuhan dan terjadilah bentrok.

Saksi mata di lokasi sempat mendengar tembakan. Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova, mengatakan penembakan itu sudah sesuai prosedur.

"Penembakan yang dilakukan aparat kepolisian tadi malam telah sesuai dengan standar operasi prosedur untuk membubarkan massa yang memblokir jalan lintas Sumatera," kata Djarod. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (30/4).

Dia menambahkan, tak hanya warga, anak buahnya juga mengalami luka akibat bentrok tersebut. Pasca insiden itu, petugas masih berjaga mengingat puluhan warga masih berkumpul di lokasi, sehingga menyebabkan kemacetan panjang.

Djarod menambahkan, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Saud Usman Nasution saat ini sedang meninjau lokasi bentrok menggunakan helikopter.

Sebelumnya, saksi mata di lokasi juga menyebut ada warga yang tertembak saat bentrokan terjadi. Camat Rupit, Firdaus, saat dikonfirmasi juga membenarkan adanya warga yang tewas tertembak dalam aksi demo menuntut pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) itu. Mengenai jumlahnya masih simpang siur.

Baca juga:
7 Nelayan di Raja Ampat diberondong tembakan
Eksekutor penembak bos security dibayar Rp 200 juta
Warga Jerman ditembak di Pantai Basege, Jayapura

Topik Pilihan:
Ustaz Jeffry Meninggal | Caleg artis | Susno Buron | Teladan bangsa | Jejaring Sosial

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.