Polemik Banteng versus Celeng, PDIP Jateng Terbelah?

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Semarang - Polemik banteng versus (vs) celeng yang saat ini mendera internal PDIP diyakini tidak akan mengancam solidaritas partai berlambang kepala banteng itu. Hal itu setidaknya seperti yang diungkapkan Wakil Ketua DPD PDIP Jateng, Abang Baginda Muhammad Mahfuz.

“Wacana yang sekarang berkembang apakah itu mengancam soliditas PDIP di Jateng, saya rasa tidak. Dari dulu hingga sekarang yang namanya kader partai, atau banteng sejati paham posisinya seperti apa. Mereka paham betul hak dan kewajibannya. Sehingga tidak akan terpengaruh,” ujar Baginda dalam keterangan tertulis yang diterima Solopos.com, Rabu (13/10/2021).

Baginda menambahkan kemunculan barisan celeng berjuang akan membuat para banteng sejati, atau kader PDIP yang setia menjadi semakin solid.

“Itu justru akan membuat banteng sejati semakin merapatkan barisan. Mereka merasa ada orang yang berupaya memecah belah kekuatan partai,” tegasnya.

Dia juga menanggapi tudingan salah satu kader PDI Perjuangan Purworejo Albertus Sumbogo yang menyebut Bambang Wuryanto selama memimpin PDI Perjuangan Jateng melahirkan kader bermental babu, bebek bahkan beo.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kepemimpinan Bambang Pacul

Menurut Baginda tudingan itu keliru. “Itu orang yang tidak paham dengan situasi, kondisi dan fakta yang terjadi di PDIP Jateng saat ini,” katanya.

Baginda mengatakan dibawah kepemimpinan Bambang Pacul sapaan akrab Bambang Wuryanto justru banyak lahir kader partai yang ideologis dan militan.

“Lahir kader partai yang ideologis, militan, yang berjiwa kepemimpinan dan handal dalam mengolah organisasi. Baik di organisasi kepartaian, di legeslatif maupun di ekskutif. Itu fakta,” ucap anggota Komisi C DPRD Jateng ini.

Selain itu di masa kepemimpinan Bambang Pacul, di semua momen elektoral PDIP Jatengnaik dengan angka yang sangat signifikan.

“Misalnya kemarin, DPRD Provinsi yang awalnya mendapatkan kursi 27 menjadi 42. Untuk DPR RI dari yang awalnya 14 menjadi 26 kursi. Sedangkan untuk Pilkada terakhir dari 21 pilkada, PDIP bisa menang di 17 Pilkada,” jelasnya.

Saksikan Video Pilihan Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel