Polemik Pembangunan RSI Aysha Cibinong, Ini Kata Ketua RW

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Bogor - Pembangunan RSI Aysha di Jalan Keradenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor menuai polemik.

Warga menolak pembangunan rumah sakit tersebut lantaran pembangunannya berlokasi di perumahan Acropolis berindikasi memberikan banyak kerugian dan dampak buruk jangka Panjang bagi warga sekitar.

Menanggapi penolakan warga, Ketua RW 18 Rakhmadi Dakhlan menyatakan, beredarnya surat yang mengatasnamakan forum aspirasi warga RW 18 perumahan Acropolis yang menolak pembangunan RS Islam Aysha adalah hoaks.

Warga 18 sepenuhnya menyetujui pembangunan RS Islam Aysha itu. Bahkan warga RW 18 sudah melakukan musyawarah sejak tahun 2018 dengan pihak pengembang RS Islam Aysha dan menghasilkan kesepakatan.

"Selama proses tersebut selalu berkomunikasi dengan baik. Kami sudah melakukan rapat berkali-kali," kata Rakhmadi, Jumat (30/10/2020).

Menurutnya, keberadaan RS Islam Aysha diharapkan nantinya akan mempermudah akses kesehatan bagi masyarakat, menambah dampak Ekonomi warga sekitar.

" Ini salah satu bentuk dukungan kepada pemerintah Kabupaten Bogor melalui program Bogor Sehat," jelasnya.

Selain itu, pihak RS Islam Aysha juga saat ini sudah membantu biaya operasional keamanan terpadu RW 18. Kedepan, dijanjikan membuat Penerangan Jalan Umum (PJU), meningkatkan kebersihan lingkungan, relokasi pedagang ke tempat yang layak, dan akan membuat akses jalan menuju perumahan lebih rapi dan menarik, serta akan membantu pengembangan fasilitas umum dan sosial.

"RS Islam Aysha nantinya setelah beroperasi semua kegiatannya Islami," kata dia.

Pembangunan Sudah Jalan

Sebelumnya, Forum Aspirasi Warga RW 18 Perumahan Acropolis Karadenan Cibinong, Bogor, menolak rencana pembangunan RSI Aysha yang proses pembangunannya sudah berjalan dua tahun terakhir.

Juru Bicara Forum Aspirasi Warga RW 18 Perumahan Acropolis Eka Suryawan menyatakan, ada sejumlah alasan kenapa warga di menolak pembangunan rumah sakit tersebut. Menurutnya, RSI Aysha yang pembangunannya berlokasi di perumahan Acropolis berindikasi memberikan banyak kerugian dan dampak buruk jangka Panjang bagi warga sekitar.

Perencanaan pembangunan RSI Aysha telah dimulai sejak 2018, tetapi hanya segelintir warga yang terlibat dan diminta persetujuan untuk proses pembanguan RSI ini," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (27/10/2020).

Sejak awal, kata Eka, pihak pengembang tidak melibatkan warga RW 18 secara terbuka dan transparan dalam penyampaian seluruh proses perencanaan pembangunan RSI Aysha, sekaligus manfaat yang bisa diterima warga.

"Ada indikasi pemaksaan agar warga menyetujui proses pembangunan RSI Aysha, dimana persetujuan hanya dilakukan di tingkat RW tanpa mendengarkan aspirasi para ketua RT yang tidak menyetujui proses pembangunan tersebut," sambungnya

Eka menambahkan, saat ini pihaknya meminta dilakukan musyawarah Kembali antara warga dengan pihak pembangun rumah sakit untuk menjelaskan seluruh kronologis dan keberatan warga diatas,

Pihaknya juga minta pengembang memberikan site plan yang komprehensif sekaligus mampu menjawab tuntutan dan kerugian warga jangka panjangnya .

"Jika tidak bisa memberikan jawaban keluhan warga tersebut maka kami menyatakan menolak pembangunan RSI Asyha," pungkasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: