Polemik Pemilihan Ketua OSIS SMA Kembali Terjadi, Kali Ini di Depok

Bayu Nugraha, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Polemik pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) kembali terjadi. Kali ini, peristiwa itu ditemukan di salah satu sekolah SMA Negeri 6 di Kota Depok, Jawa Barat. Kasus itu pun viral setelah diunggah seorang peserta di media sosial (Medsos).

“Selamat malam semuanya, sebelumnya terimakasih kepada teman, kakak kelas, alumni, bapak ibu guru atas semua dukungan doa, support bahkan membantu secara langsung baik dengan cara mempromosikan, mengorbankan waktu dan sumbangsih pemikirannya,” kata pelajar berinisial EC tersebut di akun instagram-nya

Ia juga menuliskan peromohonan maaf jika dirinya harus mundur dari pemilihan calon Ketua OSIS di SMAN 6.

“Dengan berlapang dada dan ikhlas bahwa E harus mundur dari pemilihan calon Ketua OSIS SMAN 6 Periode 2020-2021, karena terdapat prinsip-prinsip yang tidak sesuai untuk melakukan pemilihan ulang,” katanya.

EC juga minta maaf karena tidak bisa mewujudkan harapan dari teman yang sudah mendukung. “Biarlah ini menjadi pelajaran agar lebih baik ke depannya, dan bagi teman-teman yang masih bertahan selamat berjuang,” tuturnya

“Akhir kata dari saya, salam keadilan, salam persatuan, dan salam perjuangan. Hidup pendidikan Indonesia, terimakasih,” tulisnya dalam akhir catatan di medsos tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala SMAN 6 Depok, Abdul Fatah memastikan kasus ini tidak ada kaitannya dengan persoalan agama.

“Jadi sebenarnya itu yang pertama kan memang sistemnya itu ternyata mereka tidak diuji coba dulu. Ternyata memang sistem tidak bekerja dengan harapan,” katanya

Menurutnya, masalah itu murni karena persoalan sistem yang ada di aplikasi online. “Ada suatu kesalahan kemudian mereka para panitia baik guru maupun siswa akhirnya rapat kembali,” jelasnya

Abdul mengungkapkan, dari hasil keputusan rapat itu juga melibatkan semua calon yang akhirnya memutuskan bahwa pemilihan itu akan diulang secara luar jaringan.

“Kalau memang itu suatu kesepakatan bersama, saya pikir kenapa enggak. Semua pihak sudah menerima, ada berita acaranya, dan ada segala macam. Ya sudah kalau semua bisa menerima ya tidak masalah,” tuturnya.

Persoalan terjadi ketika salah satu kandidat mengambil keputusan untuk pengunduran diri. Ia adalah EC, kandidat yang disebut-sebut meraih suara tertinggi dengan perolehan 43,55 persen dari sembilan calon Ketua OSIS. Namun demikian, Abdul menganggapnya belum final.

“Iya tapi kan belum dianggap menang, seperti itu. Kaget juga karena semua punya penafsiran seperti itu,” ucapnya.

Ketika disinggung apakah ini ada kaitannya dengan isu agama seperti yang ramai diperbincangkan di medsos, Abdul pun kembali membantah.

“Oh jangan diarahkan ke sana, itu salah sekali. Kita juga harus menjaga itu,” katanya.

Baca juga: Jakarta Amburadul Kata Megawati, Ridwan Saidi: Dia Salah