Polisi: 1.109 Angkutan Umum dan Barang Langgar Batas Kapasitas Selama Pandemi Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo merinci, sebanyak 1.109 angkutan umum dan barang melanggar kapasitas batas maksimal kendaraan selama masa pandemi Covid-19.

Diketahui, kendaraan umum selama pemberlakukan kebijakan ini hanya boleh mengangkut penumpang maksimal 50% dari maksimal kapasitas daya angkut.

"Kami telah menindak batas kapasitas angkutan umum dan barang sebanyak 1.109 pelanggaran," kata Sambodo saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (17/7/2021).

Dari seribu lebih pelanggaran, 743 pelanggar adalah angkutan barang dan 366 pelanggar adalah angkutan umum. Diketahui, pelanggaran terjaring mulai 16 September 2020-15 Juli 2021.

"Selama masa Covid-19, mulai pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro sampai PPKM darurat," rinci Sambodo.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Sanksi Masih Teguran Tertulis

Terkait sanksi, lanjut Sambodo, semua masih administratif teguran tertulis dari Dinas Perhubungan Darat Provinsi DKI Jakarta. Namun, jika ditemukan pelanggaran berulang, maka sanksi dipastikan lebih tegas.

"Apabila pelanggaran berulang maka akan diberikan denda, pembekuan izin usaha atau pencabutan izin usaha," Sambodo menandasi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel