Polisi: 30 Sekolah Terafiliasi Ajaran Khilafah dari Khilafatul Muslimin

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 30 sekolah diduga terafiliasi dengan Organisasi Khilafatul Muslimin. Penemuan 30 sekolah terpapar tersebut terungkap usai penyidik menangkap AS di Mojokerto.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menyebut, AS menjabat sebagai Menteri Pendidikan di Organisasi Khilafatul Muslimin.

"Berdasarkan pemeriksaan kita terkait dengan penangkapan terakhir terhadap saudara AS di Mojokerto. Kita memiliki data adanya 30 sekolah yang sudah terafiliasi dengan ajaran khilafah," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Selasa (14/6).

Zulpan merangkan, AS di dalam Ormas Khilafatul Muslimin bertanggungjawab membuat doktrinisasi khilafah lewat media-media seperti buletin dan buku. Namun, Zulpan belum bersedia memberikan secara gamblang 30 sekolah yang telah tercemar dengan ideologi khilafah.

Dia berdalih penyidik masih mendalami keterlibatan 6 orang tersangka dari Organisasi Khilafatul Muslimin yang baru-baru ditangkap.

"Mengenai tersebut, kita akan jelaskan beberapa hari ke depan, nanti kemungkinan akan ada rilis lebih lanjut dari Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Pimpinan tertinggi Organisasi Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja ditangkap dan telah menyandang status sebagai tersangka. Penangkapan itu berkembang ke lima orang lain.

Sehingga, Polda Metro Jaya secara keseluruhan telah menindak 6 orang terkait Organisasi Khilafatul Muslimin.

"Di mana kesemua orang yang ditangkap ini adalah merupakan orang-orang yang memiliki peran di dalam Organisasi Khilafatul Muslimin yang mana memiliki tujuan merubah idelogi negara kita dari pancasila menjadi khilafah," ujar dia.

Adapun, keenam tersangka ditangkap di beberapa lokasi. Tiga diantaranya ditangkap di Wilayah Lampung.

"Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap 3 orang lagi di bandar lampung tempatnya di kantor Pusat Organisasi Khilafatul Muslimin. Kemudian satu orang kami lakukan penangkapan di kota Medan, kemudian satu di Kota Bekasi dan kemarin dilakukan penangkapan inisial AS di Mojokerto Jawa Timur," ujar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel