Polisi: ACT Terima Dana Rp138 Miliar dari Boeing buat Ahli Waris, Bukan Pribadi!

Merdeka.com - Merdeka.com - Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) diketahui menerima dana dari Boeing senilai Rp138 miliar. Dana itu dititipkan Boeing untuk para ahli waris korban kecelakaan pesawat.

Sayangnya, dari Rp138 miliar, Rp34 miliar disalahgunakan ACT saat dipimpin Ahyudin.

"Saat pihak ACT menerima aliran dana untuk para ahli waris," kata Wadirtipideksus Bareskrim Polri Kombes Helfi Assegaf saat jumpa pers, Senin (25/7).

Helfi mengungkap 'pesan' dari Boeing ke ACT yakni untuk program, proyek maupun komunikasi sosial.

"Tidak diperuntukkan kepentingan individu itu. Tidak dibenarkan sebagaimana keterangan dari pihak Boeing dan protokol yang sudah ditetapkan," bebernya.

Sebelumnya, Helfi membeberkan alokasi dana Rp34 miliar yang diselewengkan ACT. Yakni,

-Pengadaan armada truk senilai Rp2 miliar
-Program food boost senilai Rp2,8 miliar
-Pembangunan pesantren di Tasikmalaya senilai Rp8,7 miliar
-Koperasi Syariah 212 senilai Rp10 miliar.
-Dana talangan untuk satu CV dan satu PT senilai Rp10 miliar

Polisi juga telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni Ahyudin (mantan Presiden ACT), Ibnu Khadjar (Presiden ACT) dan Hariyana Hermain (Anggota Dewan Pembina) dan NIA (Anggota Dewan Pembina). [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel