Polisi: Ada 12 Lokasi Pelatihan Teroris JI di Jawa Tengah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengungkap terdapat 12 lokasi yang menjadi tempat pelatihan jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) yang tersebar di Jawa Tengah. Hal itu menyusul terbongkarnya pusat latihan jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) yang terletak di Desa Gintungan, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah.

"Kita sudah melihat bagaimana lokasinya untuk yang di Semarang. Tentunya JI ini mempunyai beberapa lokasi lain di Jawa Tengah," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/12/2020).

Kendati demikian, Argo belum bisa menjelaslan lebih detail terkait lokasi pelatihan yang lainya. Ia hanya menyebutkan jika terdapat 12 lokasi lagi yang diduga menjadi lokasi pelatihan pemuda JI.

"Saya tidak bisa menyebutkan lokasinya dimana, tetapi ada 12 lokasi di Jawa Tengah. Salah satunya di Unggaran yang sudah kita tengok ke sana, kita lihat, seperti apa pelatihan tersebut," kata Argo.

"Kita sampaikan itu (pelatihan) ada di suatu tempat seperti rumah vila di beberapa rumah yang digunakan. Tentunya konsep pelatihan disana pertama bela diri tangan kosong, kedua melempar pisau, ketiga menggunakan senjata tajam dalam bentuk pedang maupun samurai. Dan juga perakitan bom dan melatih penyergapan," imbuh dia.

Argo juga mengatakan bahwa pihaknya sudah menahan salah satu instruktur penyergapan bernama Joko Alias Karso.

Selain itu, terkait pelatih JI, Argo mengatakan pihaknya juga telah berhasil mendeteksi terdapat delapan orang yang bertugas merekrut calon anggota sebagaimana yang diinstruksikan Karso.

Sebelumnya, dilansir dari Liputan6.com pada Senin (28/12/2020), Densus 88 Antiteror telah membongkar tempat yang diduga menjadi pusat latihan teroris Jamaah Islamiah (JI). Tempat itu merupakan sebuah vila dua lantai yang berada di Desa Gintungan, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah. Kondisi di sekitar villa itu sepi dan lingkungan alamnya cukup asri.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, di tempat itulah para anggota muda JI dilatih bela diri dan persenjataan, hingga simulasi penyerangan pasukan VVIP. Disiapkan pula beberapa pelatih agar para anggota bisa bela diri, terampil menggunakan pedang dan samurai, melakukan penyergapan terhadap musuh, serta merakit bom.

"Lokasi ini menjadi tempat pelatihan para generasi muda JI. Mereka dilatih bergaya militer dengan tujuan untuk membentuk pasukan sesuai dengan program yang dibuat oleh pemimpin jaringan ini," jelas Argo.

Menurut keterangan Argo, para kader baru JI dipilih dari kalangan anak-anak cerdas yang diambil secara profesional dari beberapa pondok pesantren.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Pasukan Khusus

Biasanya, mereka membidik anak-anak cerdas yang memiliki ranking 1-10 di pondok pesantrennya yang nantinya diproyeksikan menjadi pemimpin masa depan. Hingga kini, sudah ada 95 orang yang dilatih di vila tersebut. Jumlah ini setara dengan tujuh angkatan.

"Tiap angkatan terdiri dari 10-15 orang dari Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Generasi muda ini dilatih bela diri menggunakan senjata tajam seperti samurai dan pedang. Mereka pula dilatih untuk menjadi ahli perbengkelan, perakitan bom, ahli tempur, sampai ahli sergap. Mereka menyebut ini sebagai pasukan khusus dan mempunyai seragam khusus," ujar Argo.

Reporter: Bachtiarudin Alam/Merdeka.com

Saksikan video pilihan di bawah ini: