Polisi akan Berhentikan Odong-Odong yang Keluar Jalan dan Turunkan Penumpangnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Firman Santhyabudi ingin agar masyarakat tidak menaiki kendaraan odong-odong untuk keluar jalan raya. Terlebih, jika kendaraan itu tidak layak jalan.

"Jadi mobil odong-odong itu mobil wisata yang memang disediakan di daerah lingkungan wisata. Ini imbauan kami ke masyarakat, jadi kalau ada odong-odong keluar jalan itu sebaiknya tidak usah naik, kalau boleh saya bilang seperti itu. Terutama harus layak jalan, ada uji tipe dan sebagainya," kata Firman kepada wartawan, Selasa (3/1).

Jenderal bintang dua ini menegaskan, untuk kendaraan odong-odong tidak boleh digunakan di jalan raya apalagi tidak memiliki uji kelayakan atau KIR. Karena, mobil itu digunakan untuk di dalam perkampungan saja.

"Kedua, seharusnya digunakan di dalam, jadi enggak boleh semua mobil dipakai jadi bukan peruntukannya. Ini selalu kecelakaan dimulai dengan adanya pelanggaran, contoh-contoh pelanggaran ini lah yang terus kita eliminasi, kita sering melakukan teguran, penilangan, tujuannya bukan menghukum, tapi mencegah kecelakaan lalu lintas," tegasnya.

"Kita berharap semua kendaraan itu setelah ada uji baru boleh dioperasikan. Jadi, kami tentunya akan terus berkoordinasi dengan kementerian terkait yang memiliki kewenangan untuk menentukan kendaraan ini layak atau tidak," sambungnya.

Lalu, untuk sanksi yang akan diberikannya yakni pihaknya akan memberhentikan odong-odong tersebut dan menurunkan penumpangnya. Setelahnya, mobil itu dilarang untuk beroperasi di jalan.

"Sekaligus catatan buat kita, buat jajaran personel lalu lintas, kita harapkan tidak ada lagi mobil-mobil yang tidak boleh di jalan yang tidak beroperasi di jalan, termasuk kewajiban bayar pajak," ungkapnya.

"Jadi tolong dipenuhi kewajibannya, karena itu termasuk perlindungan bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan itu sendiri. Pajaknya dibayar, mobil dan motornya layak, menggunakan helm, menggunakan jaket pelindung," pungkasnya. [ded]