Polisi tangkap empat terduga pelaku gangster lukai warga dengan sajam

Polres Metro Jakarta Selatan menangkap empat terduga pelaku gangster karena melukai dua warga dengan senjata tajam (sajam) di Jalan Haji Nawi Raya, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Sabtu (30/7).

"Ada empat orang yang diamankan. Saat ini kasusnya dilimpahkan ke Resmob Polda," kata Plt Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Yandri Irsan saat dihubungi, Jakarta, Selasa.

Yandri menyebutkan keempat orang tersebut berinisial PF, AR, MZ, dan MB. Adapun dua dari empat pelaku yang ditangkap merupakan anak di bawah umur.

Disebutkan pula, keempat pelaku diduga yang mencuri motor salah satu korban dan melukai korban di bagian perut.

Kemudian mereka menyerang warga lainnya di bagian kepala dan sempat terekam kamera warga lainnya.

Baca juga: Polisi tangkap 12 anggota gangster pelaku tawuran di Jagakarsa

Adapun sejumlah barang bukti yang diamankan polisi berupa dua bilah clurit, satu bilah tongkat pedang, tiga unit telepon genggam, dua buah dompet, satu helm dan satu unit sepeda motor.

Tim gabungan yang menangkap para pelaku yakni Polsek Cilandak, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, dan Subdit Resmob Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, melalui video dari akun Instagram @merekamjakarta, terlihat sekumpulan orang diduga gangster berkeliaran di kawasan Jl. Haji Nawi pada Sabtu, pukul 03.40 WIB.

Terlihat dalam video tersebut, sekumpulan orang tampak menyerang warga dengan senjata tajam di tengah jalan.

Kemudian warga yang menjadi korban terlihat berdarah di bagian kepala usai diserang diduga kelompok gangster tersebut.

Baca juga: Puluhan pemuda diduga anggota gangster diciduk polisi

Hingga kini belum diketahui motif para pelaku terduga gangster melakukan aksi yang meresahkan tersebut.

Polres Metro Jakarta Selatan telah melimpahkan kasus ini ke Reserse Mobil (Resmob) Polda Metro Jaya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel