Polisi Ancam Jemput Paksa Diza Ali

TEMPO.CO, Makassar – Ketua Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan, Diza Rasyid Ali, terancam ditangkap polisi jika mangkir dari panggilan untuk menghadiri pelimpahan perkaranya ke Kejaksaan Negeri Makassar, Senin 27 Agustus 2012. »Kalau mangkir, ya dijemput paksa,” kata Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Himawan Sugeha, Ahad 26 Agustus 2012.

Diza, yang pernah dikenal sebagai perempuan pertama di Indonesia yang menjadi manajer tim sepakbola profesional, sebelumnya sudah pernah mangkir dari panggilan polisi. Ketika dipanggil pada 18 Agustus 2012 lalu, dia tak datang tanpa alasan yang jelas. »Kami terpaksa akan terbitkan surat perintah untuk membawa dia ke sini,” kata Himawan. 

Diza terjerat kasus hukum karena menganiaya seorang pria bernama Ivan Limbunan, pada Mei 2012 lalu. Ivan, pemilik Hotel Pulau Mas, yang lokasinya persis di sebelah kantor Pemuda Pancasila, dituduh mencuri listrik dari meteran milik Pemuda Pancasila.

Pengacara Diza, Faisal, memastikan kliennya akan kooperatif.  Ketidakhadiran Diza pun tidak disengaja. »Suratnya mepet sekali, sehari sebelum pemanggilan, baru datang suratnya,” kata Faizal. Dia memastikan besok Diza akan hadir ke kejaksaan.

TRI YARI KURNIAWAN

Berita Terpopuler:

Yang Terjadi di Kamar Itu Saat Harry Difoto Bugil

Ahok: Hebat kan, Saya Jadi Koboi

Ribuan Orang Padati Halal Bihalal Jokowi-Ahok

Samsung Kalah Gugatan, Android "Deg-Degan"

Rp 9,5 M Tak Cukup Buat Harry Tampil Bugil

Hashim : Jokowi-Basuki akan Bantu Prabowo di 2014

Jokowi Mengaku Tak Gentar Hadapi "Gajah"

Sosial Media di Mata Jokowi

Artis-artis Ini Dukung Jokowi-Ahok

Kalla: Isu SARA Pilkada DKI Bahayakan Bangsa

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.