Polisi anti huru hara Hong Kong ditegur karena teriakkan "black lives matter'

Oleh Scott Murdoch

HONG KONG (Reuters) - Seorang polisi anti huru hara Hong Kong yang direkam meneriakkan "black lives matter" (nyawa kulit hitam penting) dan "Saya tidak bisa bernapas" saat patroli selama unjuk rasa Jumat telah ditegur oleh pihak berwenang, lapor media massa setempat.

Sebuah klip tentang si petugas yang berada di Yau Ma Tei, di lingkungan Kowloon Hong Kong, telah diposting online, termasuk situs web telivisi pemerintah RTHK yang didanai negara, di mana ia terlihat membuat komentar sehubungan dengan kematian George Floyd di Minneapolis pada 25 Mei selagi ditangkap polisi yang memicu unjuk rasa di seantero Amerika Serikat.

Pria itu tercatat mengatakan "black lives matter" dan "Saya tidak bisa bernapas" masing-masing tiga kali dan "ini bukan Amerika" dalam klip 20 detik yang disiarkan dalam situs web RTHK akhir pekan lalu.

Polisi sedang melakukan pemeriksaan kartu identitas kerumunan, menurut media, pada saat petugas itu membuat komentar.

Juru bicara kepolisian Hong Kong mengatakan kepada South China Morning Post bahwa petugas itu telah ditegur atas insiden tersebut.

"Petugas itu telah ditegur dan diingatkan untuk selalu menampilkan dirinya secara profesional dan meningkatkan kepekaannya," kata juru bicara itu kepada surat kabar tersebut.

"Hukuman disipliner dapat terjadi tergantung pada hasil investigasi."

Kerumunan orang berkumpul di Yau Ma Tei pada Jumat malam sebagai bagian dari unjuk rasa di seluruh kota untuk menandai ulang tahun pertama gas air mata yang ditembakkan selama demonstrasi anti pemerintah terhadap usulan RUU ekstradisi.

RUU yang akan memungkinkan warga Hong Kong untuk dikirim ke China daratan untuk diadili itu telah ditangguhkan tetapi ketegangan di kota itu tetap tinggi ketika Beijing bersiap memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong.

Sebuah pernyataan polisi mengatakan 43 orang ditangkap Jumat malam.

(Laporan Scott Murdoch; Disunting oleh Kim Coghill)