Polisi Antisipasi Massa FPI-Mahasiswa Dayak Kalbar Bentrok

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rihard

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Kapolda Kalbar Brigjen Pol Unggung Cahyono mengimbau seluruh masyarakat Kalimantan Barat bersama-sama menciptakan situasi aman dan kondusif, dengan tidak melakukan hal-hal yang destruktif dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan.

Kapolda menyampaikan imbauan tersebut sehubungan memanasnya situasi kamtibmas, khususnya di Kota Pontianak, dalam dua hari terakhir.

Massa Front Pembela Islam (FPI) sempat bersitegang dengan mahasiwa Dayak di Jl KH Wahid Hasyim, Rabu (14/3/2012) sore, terkait pemasangan spanduk di depan Asrama Pangsuma.

Kemudian, pada Kamis (15/3/2012), massa dari kedua pihak turun ke jalan di lokasi berbeda. Aparat keamanan memblokade sejumlah ruas jalan agar kedua kelompok massa tidak sampai bertemu.

Pada Rabu malam, terjadi pertemuan di Mapolresta Pontianak, dihadiri Ketua FPI Kalbar Habib Muhammad Iskandar Alkadrie dan Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar, Yakobus Kumis.

Pertemuan itu dihadiri juga Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi, Wakapolda Kalbar Kombes Pol Syafaruddin, dan Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muharrom Riyadi.

Seusai pertemuan, semua pihak menyatukan tangan sebagai simbol kesepakatan damai. Habib Muhammad Iskandar juga terlihat merangkul Yakobus Kumis.
Tangan keduanya bergenggaman erat. "Saya mohon dengan hormat agar seluruh masyarakat menjaga situasi tetap kondusif sehingga tidak ada permasalahan lagi, dan masyarakat tidak terganggu dengan adanya jalan yang ditutup," kata Unggung Cahyono.

Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Erwin Hudawi Lubis, yang juga turun ke lapangan menemui kedua kelompok massa, mengatakan, ia bersama Kapolda Kalbar telah melakukan dialog dengan pengurus DAD Kalbar, dan juga melakukan dialog dengan pengurus FPI Kalbar, serta tokoh-tokoh masyarakat terkait dengan permasalahan yang terjadi.

Pangdam berharap, rasa waswas dan rasa takut masyarakat dengan adanya permasalahan yang terjadi dapat diatasi dan dapat dipahami bersama. Ia meminta masyarakat untuk lebih tenang agar tidak salah pemahaman, dan secara bersama-sama menjaga ketenteraman.

Sultan Pontianak, Syarif Abubakar Alkadrie, meminta masyarakat tidak terpancing oleh oknum yang tidak beretanggungjawab yang sengaja ingin membuat keresahan di masyarakat dan dapat menimbulkan korban.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.