Polisi Apresiasi Demo Buruh di Tanjung Priok Kondusif dan Taat Prokes Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Polisi mengapresiasi aksi demonstrasi pada Hari Buruh Internasional 1 Mei atau May Day yang digelar di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Massa yang berunjuk rasa melakukan kegiatannya dengan kondusif dan taat protokol kesehatan Covid-19.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana menyampaikan, sebanyak 257 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi buruh tersebut.

"Alhamdulillah untuk demonstrasi hari buruh berjalan damai dan tertib. Dalam penjagaan, Polres Pelabuhan Tanjung Priok kerahkan 217 personel. Lalu petugas gabungan Syahbandar, OP, KPLP, KKP, Damkar sebanyak 40 personel," tutur Putu saat dikonfirmasi, Sabtu (1/5/2021) malam.

Putu yang turun langsung memantau demonstrasi di Tanjung Priok menyebut, seluruh elemen buruh terlihat memiliki komitmen untuk tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan menaati aturan di tengah penyampaian aspirasi.

"Kami mengapresiasi kawan-kawan buruh yang mematuhi penerapan protokol kesehatan, seperti memakai masker dan menjaga jarak saat menyampaikan aspirasinya. Sehingga aksi demonstrasi pun berjalan lancar," jelas dia.

Selain melakukan pengamanan, pihak Polres Pelabuhan Tanjung Priok juga membagikan sebanyak 500 masker untuk massa dan masyarakat sekitar. Selain itu, ada pula pembagian 100 paket takjil berbuka puasa.

"Kami mendirikan Posko Pelayanan Rapid Antigen Test untuk para buruh yang ikut unjuk rasa pada sore tadi. Semua itu dilakukan dalam rangka upaya mencegah penyebaran virus corona," Putu menandaskan.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Mahasiswa Ditangkap

Sementara itu, sebanyak 13 mahasiswa anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta ditangkap aparat kepolisian saat tengah menggelar demonstrasi memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day di Jakarta, Sabtu (1/5/2021).

Hal itu diungkap oleh Ketua Umum GMNI Imanuel Cahyadi saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu malam (1/5/2021). Nuel, sapaan akrab Imanuel Cahyadi menyebut mahasiswa yang ditangkap dari dua kampus di Ibu Kota.

"Dari Unas (Universitas Nasional) dan Unindra (Universitas Indraprasta). Unnas ada 9 orang, Unindra 4 orang," kata Nuel.

Saat ini, Nuel mengaku pihaknya juga masih mendata mahasiswa lain yang ditangkap oleh aparat saat aksi May Day 2021. Untuk memastikan keadaan teman-temannya, kata Nuel pihaknya sudah mendatangi Polda Metro Jaya.

"Ini belum report lagi, baru nih kawan-kawan ke Polda. Sekitar setengah jaman yang lalu," ungkapnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: