Polisi Australia tahan tersangka pembunuh pria gay Amerika pada 1980-an

Sydney (AFP) - Lebih dari 30 tahun setelah warga negara Amerika Serikat, Scott Johnson, tewas dalam kejahatan kebencian gay di Australia, polisi mengatakan Selasa mereka telah menangkap seorang pria dan diperkirakan akan menuntutnya.

Terobosan dalam kasus yang hampir terlupakan itu datang dua bulan setelah keluarga korban menggandakan hadiah yang sebelumnya ditawarkan polisi sehingga total berjumlah 2 juta dolar Australia (sekitar Rp19,2 miliar).

Tubuh telanjang Johnson, ahli matematika berusia 27 tahun itu ditemukan di dasar tebing di pinggiran Sydney Manly pada Desember 1988.

Polisi pada waktu itu memutuskan kematiannya sebagai bunuh diri, tetapi seorang koroner menemukan pada 2017 bahwa Johnson terbunuh dalam kejahatan rasial, mengatakan geng-geng pria berkeliaran di Sydney untuk mencari lelaki gay untuk diserang.

Pada tahun 2018, polisi mengumumkan hadiah sebesar satu juta dolar Australia (Rp9,6 miliar) bagi mereka yang bisa memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan dalam kasus ini, dan jumlah tersebut menjadi berlipat ganda ketika saudara laki-laki Johnson, Steve, menambahkan hadiah dengan jumlah yang sama pada Maret.

Steve, yang telah lama mendorong polisi untuk menyelidiki kematian saudaranya, mengaku merasa luar "luar biasa" tersangka pembunuh itu ditangkap hampir 32 tahun kemudian.

"Ini hari yang sangat emosional. Emosional bagi saya, emosional bagi keluarga saya yang ... sangat menyayangi Scott," kata dia dalam sebuah pernyataan video.

"Saya yakin, ini sangat emosional bagi komunitas gay yang bersama Scott datang untuk melambangkan puluhan pria gay lain yang kehilangan nyawa pada 1980-an dan 90-an di dunia yang penuh dengan prasangka dan kebencian anti-gay," kata dia.

Detektif menangkap seorang pria berusia 49 tahun di Lane Cove, pinggiran kota Sydney yang rindang sebelum memulai pencarian di sebuah rumah terdekat dan lokasi tempat jenazah Johnson ditemukan.