Polisi Bakal Lepas 10 Ribu Motor Sitaan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pandemi yang melanda sejak tahun lalu, membuat pemerintah di beberapa negara memberlakukan lockdown atau pembatasan pergerakan warganya.

Hal ini dilakukan demi mencegah semakin luasnya penyebaran virus. Dengan memaksa masyarakat untuk berdiam diri di rumah, maka diharapkan kontak dengan penderita bisa diminimalkan.

Meski demikian, banyak warga yang seolah tak peduli dan nekat melanggar aturan tersebut. Seperti yang terjadi di negara India.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Cartoq, Sabtu 29 Mei 2021, setiap hari polisi di Negeri Hindustan harus mengamankan ribuan kendaraan yang dipakai oleh pemiliknya untuk keluar rumah di masa lockdown.

Contohnya kepolisian Bangalore, di mana saat gelombang kedua pandemi melanda di tahun ini, mereka menyita 2 ribu unit motor setiap harinya. Hanya dalam waktu beberapa hari, jumlahnya sudah mencapai 10 ribu unit.

Setiap unit yang diamankan disimpan di kantor polisi setempat, dan baru bisa diambil kembali oleh si pemilik jika sudah ada keputusan dari pengadilan.

Sayangnya, hal itu bisa memakan waktu beberapa pekan. Sementara, ruang parkir terus diisi oleh ribuan kuda besi sehingga membuat tidak ada lagi tempat yang tersisa. Bahkan, parkiran di bahu jalan juga dipenuhi dengan motor berbagai merek.

Karena kewalahan, akhirnya petugas memutuskan untuk mengizinkan pemilik mengambil kembali kendaraan mereka yang disita. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi.

Syarat yang dimaksud adalah membayar denda sebesar 500 Rupee atau sekitar Rp100 ribu untuk motor, dan 1.000 Rupee atau setara Rp200 ribu untuk mobil. Mereka juga wajib membuat surat pernyataan, tidak akan mengulangi kembali perbuatannya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel