Polisi Bakal Tambah Anak Buah Jaga Sidang Habib Rizieq

Siti Ruqoyah, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan pihaknya akan menambahkan personel keamanan saat sidang Habib Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan.

“Kita lihat, apabila memang perlu ditambah, Polda Metro Jaya dan Mabes Polri siap untuk menambah sekarang ini 1.460 personel yang dilibatkan pengamanan,” kata Rusdi di Mabes Polri pada Jumat malam 19 Maret 2021.

Menurut dia, personel keamanan dikerahkan untuk mengantisipasi simpatisan Habib Rizieq Shihab yang mendatagi Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Meskipun, sidang digelar secara online tapi antisipasi perlu dilakukan aparat keamanan.

“Polri sudah mengantisipasi untuk bagaimana mengamankan daripada Pengadilan Negeri Jakarta Timur,” ujarnya.

Tentu, Rusdi berharap proses persidangan kasus pelanggaran Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan dengan terdakwa Habib Rizieq Shihab bisa berjalan tertib dan aman. “Mudah-mudahan sidang ini dapat berjalan dengan baik,” jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, Habib Rizieq marah-marah tidak terima persidangan perkaranya digelar secara online. Bahkan, ia tidak terima karena didorong dan dihinakan oleh petugas supaya bisa hadir sidang secara online.

“Saya didorong, saya tidak mau hadir. Sampaikan ke majelis halim, saya tidak ridho dunia akherat. Saya dipaksa, didorong, dihinakan,” kata Habib Rizieq.

Kemudian, Hakim Ketua meminta kepada terdakwa Habib Rizieq untuk duduk menenangkan diri. Sebab, majelis hakim akan memberikan penjelasan kepada terdakwa terkait persidangan digelar online.

“Saya minta kepada habib supaya mematuhi perintah di persidangan ini. Kalau habib tidak memenuhi perintah di persidangan, maka habib akan mendapatkan seperti ini. Jadi saya minta pengertian habib, supaya dapat diperlakukan dengan baik dan adil, ikuti perintah dalam persidangan ini,” kata Hakim.

Menurut hakim, saat ini masa pandemi COVID-19 di seluruh dunia sehingga semua berlaku protokol kesehatan. Maka dari itu, keinginan Habib Rizieq untuk hadir secara langsung di persidangan tidak bisa dipenuhi.