Polisi Bakal Tutup Permanen Lampu Merah dan U-Turn di TKP Kecelakaan Maut Cibubur

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi memastikan lampu merah di kawasan CBD Jalan Transyogi lokasi kecelakaan truk maut sudah dimatikan. Lampu merah dimatikan agar insiden serupa tidak terjadi lagi karena di jalan tersebut seharusnya tidak boleh ada hambatan.

"Lampu sudah kita matikan dalam artian menggunakan hazard saja (kedip-kedip kuning) karena saat pendalaman kami di lapangan untuk jalan ini tidak boleh ada hambatan," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman kepada awak media usai menggelar olah TKP kecelakaan truk tangki BBM Pertamina dengan sejumlah kendaraan, Selasa (19/7).

Selain lampu merah, Latif memastikan titik putar balik atau u-turn juga sudah ditutup. Namun demikian, penutupan masih bersifat sementara. Hanya saja Latif mendorong ke depan penonaktifan lampu merah dan penutupan u-turn akan dilakukan secara permanen.

"Kami usulkan tutup permanen tapi akan kami diskusikan terlebih dulu. Diskusi dengan sejumlah instansi terkait, pengelola CBD Citra Grand, dishub setempat dan semua pihak terkait," ujar Latif.

Lampu Merah dan Putar Balik di TKP Membayakan

Latif enggan berprasangka jika pemasangan lampu merah dan pembukaan akses u-turn atas kepentingan segelintir pihak. Namun dia menekankan jika sifatnya membahayakan harus ditutup.

"Kita lihat mungkin memang ada kepentingan, mungkin karena ingin cepat tapi tentu kalau ini membahayakan harus kita tutup," pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan terjadi kecelakaan maut di Jalan Alternatif Cibubur, pada Senin (18/7) sore. Terdapat 12 kendaraan terlibat dalam kecelakaan tersebut hingga menewaskan 10 orang.

Truk pengangkut BBM milik Pertamina menyeruduk sejumlah pengendara motor dan mobil. Dugaan sementara, truk BBM itu mengalami rem blong saat melewati kontur jalanan menurun.

Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono/Liputan6.com [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel