Polisi Bekuk Pencuri Motor `Kelompok Lampung`  

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Jakarta Barat berhasil menangkap tiga komplotan pencuri sepeda motor yang lebih dikenal dengan sebutan "Kelompok Lampung". "Mereka diringkus di Mangga Besar," kata Kepala Reserse dan Kriminal Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi, Senin, 8 April 2013.

Menurut Hengki, pelaku kerap menghalalkan segala cara untuk merampas sepeda motor korban. Tidak jarang korban terluka akibat perbuatan pelaku. "Mereka sudah sering melakukan kejahatan," katanya.

Selain tiga orang itu, polisi menangkap 17 orang yang diduga terlibat kejahatan serupa. Sepuluh orang di antaranya ditangkap dalam kurun waktu dua pekan terakhir. "Jadi total dalam dua minggu ini kami menangkap 20 orang," kata Hengki.

Secara keseluruhan, polisi telah menyita tiga unit mobil, 10 unit motor, dua bilah pisau, 12 kunci leter T, satu unit senjata rakitan, dan sejumlah anak kunci lainnya. Hengki mengatakan sejumlah kawasan di Jakarta Barat merupakan daerah rawan pencurian kendaraan bermotor seperti Tamansari dan Tambora. "Kalau dengan modus perampasan biasanya di Kalideres," ujarnya.

Polisi menjerat mereka dengan pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang Pencurian dan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Para pelaku diancam hukuman penjara lima tahun.

DIMAS SIREGAR

Baca juga:

Puluhan Anggota Ahmadiyah Bertahan dalam Masjid

Lurah Jakarta Gaptek, Daftar Lelang Boleh Nelpon

Kampung Ambon Bakal Bebas dari Narkoba?

Pelaku Premanisme Kebanyakan Pemuda Tanggung

Jatiwaringin Akan Jadi TPA Terbesar di Asia

40 Kali Mencuri, Laki-laki Ini Ditembak Betisnya

Kalah Taruhan Catur, Noval Tewas Ditusuk Teman

Rumah Terbakar, Buruh Cuci Hangus di Atas Ranjang

'Libur' Sementara Kampung Ambon

Contra Flow Cawang-Rawamangun Tetap Jalan Hari Ini

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.