Polisi Bekuk Pengelola Prostitusi Online di Bandung

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi berhasil menangkap pengelola prostitusi online, yang menawarkan pekerja seks komersial (PSK), berinisial W di Bandung, Jawa Barat.

"Kita sudah melakukan penangkapan terhadap pengelola jasa prostitusi online, saat ini masih diperiksa di Polda Jawa Barat. Ini merupakan penggunaan media online yang sifatnya negatif," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2013).

Kepolisian menjerat tersangka dengan pasal berlapis yaitu Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 pasal 45 ayat 1 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Ia terancam hukuman maksimal enam tahun penjara," ujarnya.

Bukan hanya itu, W pun dikenakan pasal 378 KUHP tentang Penipuan meskipun saat ini masih didalami bentuk penipuannya.

Tidak sampai di situ, polisi pun menjerat tersangka dengan pasal 34 dan 35 Undang-Undang nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi. "Ancaman hukumannya 12 tahun penjara," ucap Boy.

Dari pelaku, polisi menyita sebuah laptop, dua HP, dan beberapa buku rekening yang diduga menjadi penampungan uang dari para member yang bertransaksi dengan W lewat media online.

Sementara bila para membernya tertangkap dan terindikasi menggunakan wanita-wanita yang ditawarkan W maka tidak menutup kemungkinan polisi akan menangkapnya dengan tuduhan pasal pencabulan.

Begitu luasnya dunia maya, menyebabkan kepolisian sulit mengawasi situs-situs yang dipergunakan untuk perbuatan kriminal seperti situs penawaran jual beli bayi, prostitusi, sampai dengan judi on line.

"Kepolisian berharap masyarakat yang mendapat situs-situs seperti itu bisa dilaporkan kepada polisi. Tidak semua situs-situs seperti itu terpantau semua oleh polisi," ungkapnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.