Polisi: Bentrok FPI vs warga Lamongan bermula di rental PS

MERDEKA.COM. Bentrokan Front Pembela Islam (FPI) versus warga Lamongan, Jawa Timur bermula dari tempat persewaan Playstation (PS) pada 8 Agustus sekitar pukul 00.10 WIB. Saat itu, tiga anggota FPI mengeroyok tiga warga Desa Gowa, Kelurahan Blimbing, Paciran.

Tiga anggota FPI itu adalah Zaenuri als Zen, Viki dan Gondok. Sementara tiga korbannya adalah Zaenul Efendi, Agus Langgeng dan Sampurno yang sama-sama mengalami luka bacok dan tendangan.

"Kronologi kejadian, kasus bermula dari laporan polisi bernomor: LP/23/VIII/2013/2013/Jatim/Res Lamongan/Sek Paciran pada tanggal 8 Agustus 2013 sekitar pukul 00.10 WIB tentang penganiayaan secara bersama-sama sesuai Pasal 170 KUHP yang dilakukan tersangka Zaenuri als Zen, Viki, dan Gondok yang merupakan anggota FPI di Playstation milik saudara Eko, alamat Gowa, Kelurahan Blimbing, Paciran," terang Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Awi Setiyono, Senin (12/8).

Selanjutnya, lanjut Awi, pada tanggal 11 Agustus sekitar pukul 23.30 WIB, warga Desa Blimbing bernama Raden bersama 20 rekannya, melakukan balasan dengan mencari tersangka Zen.

"Namun tidak diketemukan dan melakukan penganiayaan terhadap istri Zen atas nama Sundari, usia 30 tahun. Akibatnya, Sundari mengalami luka bacok di tangan kiri dan dirawat di Puskesmas Paciran. Selain Sundari, korban luka bacok lain atas nama Riyan, usia 20 tahun yang kini dirawat di RS Medikal Tuban."

Setelah itu, masih menurut Awi, sekitar pukul 01.30 WIB (12/8), para pelaku menuju Jalan Dandeles, Paciran, tepatnya di depan dealer Suzuki untuk melakukan sweeping dan menganiaya dengan membacok Hamzah Soleh (18), warga setempat. Dia mengalami luka bacok di telinga kiri dan hampir putus serta luka bacok di punggung. Para anggota FPI itu juga membakar dua unit motor dan merusak satu rumah warga.

"Selanjutnya ke 42 para pelaku diamankan oleh Polres Lamongan setelah dilakukan penyisiran di TKP oleh anggota Resort Lamongan. Sekitar 120 anggota yang dipimpin langsung Kapolres Lamongan, pada pukul 04.00 WIB, seluruh pelaku sudah bisa diamankan," beber mantan Wadirlantas Polda Jawa Timur itu.

Namun, dalam pengembangan pihak kepolisian, masih ada beberapa korban yang masih belum melapor ke polisi dan sekarang dalam pengembangan.

"Sedangkan untuk pelaku saudara Zen, yang menjadi penyebab kejadian belum tertangkap dan sudah dikeluarkan DPO terhadap yang bersangkutan. Selanjutnya, para tersangka akan dikenakan Pasal 170 KUHP Jo UU Darurat No 12 tahun 1951," tandas Awi.

FPI sendiri membantah terlibat dalam bentrok ini. Menurut mereka bentrokan adalah permasalahan dua perguruan silat di Jatim. FPI juga menegaskan cabang FPI di Lamongan sudah dibekukan.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.