Polisi Bercanda dengan Pistolnya Bikin Warga Tewas, Ini Perintah Kapolda NTT

Merdeka.com - Merdeka.com - Anggota Polres Sumba Barat, Briptu ER tak sengaja menembak seorang warga hingga tewas. Kapolda NTT Irjen Pol Johni Asadoma menjamin proses hukum berjalan transparan dan akuntabel.

Menurut Johni Asadoma, Briptu ER telah ditempatkan di lokasi khusus untuk dilakukan pemeriksaan oleh Seksi Propam Polres Sumba Barat.

"Kami menjamin Briptu ER akan diproses secara transparan dan akuntabel," tegasnya, Minggu (8/1).

Menurut Johni Asadoma, selain bertindak tegas terhadap anggota, secara institusi Kapolda NTT dan Kapolres Sumba Barat sudah menyampaikan permohonan maaf, serta mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga korban.

"Polres Sumba Barat sedang menangani dan sudah mendatangi keluarga korban untuk menyampaikan permohonan meminta maaf dan turut berdukacita," ujarnya.

Kabid Propam Polda NTT Kombes Pol Savio Yempormase telah berkoordinasi dengan seksi Propam Polres Sumba Barat untuk segera dilakukan langkah-langkah penanganan.

"Langkah penanganan dilakukan melalui panempatan khusus maksimal dalam pemeriksaan pendahuluan, serta memeriksa para saksi yang saat itu berada di TKP," tambahnya.

Sebelumnya, Ferdinandus Lango Bili, warga Kota Wikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT tewas ditembak oknum polisi, Jumat (6/1), sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu korban bersama pelaku sedang menghadiri pesta ulang tahun.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Ariasandy menguraikan, Jumat (6/1) sekitar pukul 22.00 Wita, pelaku ER bersama saksi bernama Brian Yulius Kili datang ke rumah Januar Maulogo Ratu untuk menghadiri acara ulang tahun.

Saat korban Ferdinandus Lango Bili bersama tiga orang lainnya yakni, Wahyu Gamiliel El Tari Raja, Yeheskiel Wala dan Steven Leonardo Saputra Ngili setelah selesai membakar bebek, mereka kembali ke tempat semula bersama pelaku dan temannya.

Korban Ferdinandus Lango Bili kemudian mengacungkan pisau ke arah pelaku ER, lalu menyuruh untuk menembaknya menggunakan pistol.

Pelaku kemudian menarik pistolnya yang diselipkan di pinggang kanan dan mengarahkan ke korban, dengan bermaksud menggertak sambil bercanda.

"Pelaku mengarahkan pistol ke arah perut korban, namun tiba-tiba senjata tersebut meletus ke arah korban," jelas Ariasandy, Minggu (8/1). [rnd]