Polisi Beristri Polwan Hamili Polwan Lain

Laporan Wartawan Pos Kupang, Vemmy Leo

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Oknum polisi di Polda NTT, Bripka SND, yang sudah berkeluarga, diduga menghamili seorang polisi wanita (polwan), Bripda AGS, yang kini bahkan telah melahirkan seorang anak. Keduanya sedang menunggu sidang disiplin di Polda NTT.

Menurut informasi yang dihimpun Pos Kupang dari sumber terpecaya di Polda NTT, Bripka SND sudah memiliki istri yang juga seorang anggota polwan di Polda NTT. Namun Bripka SND kemudian menjalin hubungan intim dengan Bripda AGS yang juga bertugas di Polda NTT.

Dari hubungan itu, Bripda AGS kemudian hamil dan melahirkan seorang anak. Kasus ini kemudian diketahui istrinya dan melaporkan kepada kesatuannya. Laporan ini ditindaklanjuti oleh Provost Polda NTT dengan memeriksa keduanya.

Semula dalam pemeriksaan, Bripda AGS tidak mau mengakui siapa ayah dari anak yang dilahirkannya itu. Kasus ini akhirnya diproses secara internal dan keduanya harus menjalani sidang disiplin. Sidang itu akan digelar di Polda NTT dalam waktu dekat.

Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Ricky Sitohang, kepada Pos Kupang, Kamis (1/3/2012), mengatakan, kasus tersebut telah ditindaklanjuti. "Sidang akan digelar dalam waktu dekat. Kalau terbukti, maka tentu sanksinya bisa berat," kata Kapolda Sitohang, yang menyesalkan perilaku tidak terpuji anak buahnya itu.

Kapolda Sitohang menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir tindakan-tindakan tidak terpuji yang dilakukan anggota polisi kepada masyarakat atau rekannya saat menjalankan tugas atau saat tidak bertugas.

"Polisi adalah abdi masyarakat, pengayom dan pelindung masyarakat. Polisi harus menjadi panutan yang baik bagi masyarakat. Karena itu, jika ada oknum polisi yang melakukan tindakan tidak terpuji, maka siapa pun dia, akan diproses hukum dan ditindak sesuai aturan yang berlaku," kata Kapolda Sitohang.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.