Polisi Bogor Kini Pakai Rompi Antipeluru

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Soewidia Henaldi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk mengantisipasi aksi penembakan terhadap anggota Polri, Polres Bogor Kota membekali anggotanya dengan rompi antipeluru.

Rompi digunakan oleh anggota Satuan Sabhara dan polantas yang bertugas di lapangan.

Kapolres Bogor Kota Ajun Komisari Besar Bahtiar Ujang Purnama mengatakan, penggunaan rompi antipeluru bagi anggotanya, seiring terjadinya aksi penembakan terhadap anggota Polri.

"Salah satu upaya yang dilakukan Polres Bogor Kota untuk menjaga keselamatan, membekali anggota dengan rompi antipeluru," ujarnya, Kamis (12/9/2013).

Namun, untuk tahap awal, kata Bahtiar, prioritas anggota Polri yang dibekali dengan rompi antipeluru adalah anggota yang berada di lapangan, seperti anggota Sabhara, anggota Reskrim, dan Polantas.

"Kami juga masih mendata berapa jumlah rompi antipeluru yang dimiliki Polres Bogor Kota, dan berapa jumlah anggota yang harus dibekali dengan rompi ini. Jika jumlahnya kurang, akan diajukan penambahan ke Mabes Polri," paparnya.

Sementara, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor AKP Bramastyo mengatakan, jumlah rompi antipeluru yang dimiliki satuannya ada 10 rompi.

"Rompi yang kami miliki lebih ringan dari rompi antipeluru yang biasa dipakai anggota Brimob. Tapi, kekuatannya hampir sama untuk menahan tembakan dari senjata seperti pistol," ujar Bramastyo, usai membagikan rompi kepada anggota Satuan Lalu Lintas di Posko 1 Ambon. (*)

Baca Juga:

Penembakan Aipda Sukardi Kemungkinan tak Terkait Kasus Pondok Aren

Keluarga Sukardi Dapat Rp 10 Juta dari Istri Marzuki Alie

Kini Briptu Surya Selalu Bawa Baju Ganti saat Tugas

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.