Polisi Bongkar Dugaan Perselingkuhan Kopda M: Dia dan Pacar Jalin Hubungan 7 Bulan

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi mengungkapkan, hubungan Kopda Muslimin dengan pacarnya berinisial R. Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Sardo Lumbantoruan mengatakan, Kopda Muslimin dan R baru kenal setahun lalu. Mereka menjalani hubungan sejak akhir tahun 2021.

"Hubungan Kopda Muslimin dengan R baru tujuh bulan, sebelum puasa," kata Donny saat dikonfirmasi, Rabu (27/7).

Dia menyebut timbul benih perselingkuhan Muslimin sekitar dua bulan. Polisi telah meminta keterangan dari R terkait dugaan perselingkuhan tersebut.

"Jadi mereka ini mulai menjalin hubungan baru Desember-Januari 2021. Wanita R sudah kami mintai keterangan," ujarnya.

Hingga sekarang, anggota Bataliyon Arhanud 15/DBY Semarang itu masih dalam pelarian. Sehari setelah sang istri ditembak orang suruhan Kopda Muslimin.

Tim gabungan Kepolisian dan Kodam IV Diponegoro mengungkap motif Kopda Muslimin ingin punya pacar lagi.

Kopda Muslimin melarikan diri usai mengantar istrinya Rina Wulandari ke rumah sakit sampai menunggu operasi pengangkatan proyektil berhasil.

Di saat bersamaan, Kopda Muslimin juga bertemu dengan sang eksekutor di sebuah mini market tak jauh dari rumah sakit untuk memberi sebagian upah hasil penembakan.

Curhatan Kopda Muslimin

Satu per satu fakta pembunuhan berencana dilakukan Kopda Muslimin terhadap istrinya Rina Wulandari, mulai terbongkar. Skenario anggota Yon Arhanud 15/DBY, Semarang, Jawa Tengah, itu terkuak dari pengakuan lima tersangka ditangkap polisi. Sementara Kopda Muslimin hingga kini masih menjadi buronan polisi.

Upaya pembunuhan terhadap Rina Wulandari berawal dari curhat Kopda Muslimin kepada anggota komplotan pembunuh bayaran. Kopda Muslimin mengaku tak kuat dikekang sang istri. Kepada para pembunuh bayaran, Kopda Muslimin meminta istrinya dihabisi.

"Ketemu Bang Mus (Kopda Muslimin) di rumahnya. Cerita keadaan keluarga, tidak kuat dikekang istrinya," kata Agus Santoso (AS) alias Gondrong, salah seorang tersangka penembakan di Mapolrestabes Semarang, Rabu (27/7).

Permintaan Kopda Muslimin itu disanggupi Gondrong Cs dengan mengusulkan cara pembunuhan yang berbeda. Kepada Kopda Muslimin, dia usul agar Rina diracun dengan bunga kecubung.

Namun usul itu ditolak Kopda Muslimin. Dia meminta istrinya ditembak mati.

Gondrong dan teman-temannya diminta Kopda Muslimin mencarikan senjata api. Adapun upah yang diberikan kepada mereka sebesar Rp120 juta. Uang itu diberikan setelah keempat tersangka beraksi.

"Dijanjikan Rp200 juta ditambah sebuah mobil kalau berhasil (membunuh korban)," kata Gondrong. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel