Polisi Bubarkan Aksi Bela Palestina dengan Tembakan, Ini Faktanya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Akun bernama Masitoh Januar Ali memposting sebuah video situasi saat aksi bela Palestina di Solo. Situasi saat itu terdengar suara yang diklaim suara tembakan dari polisi. Dalam postingan juga terdapat narasi bahwa tembakan dari polisi tersebut bertujuan untuk membubarkan aksi.

“Gaak panteesss…
Digajih pake uang Rakyat kok kerjanya nakut2in Rakyat coba cari sensasi itu yg kreatif dikit napa..

OVER ACTING Solo kemarin..,polisi pake nembak” utk bubarkan aksi kemarin. Karena Gibran sdh bilang..akan copot semuanya pimpinan kepolisian di Solo jika selama dia jadi walikota ada yg lakukan aksi demo. Gibran haramkan aksi demo apapun di Solo,” demikian narasinya.

Penjelasan

Turnbackhoax.id melaporkan, setelah ditelusuri dan melansir dari solopos.com yang berada di lokasi, suara itu bukan tembakan melainkan suara petugas kepolisian memukul tameng atau shield yang mereka bawa. Untuk membubarkan massa polisi membuat suara-suara seperti knalpot motor yang digas berulang kali sampai akhirnya peserta aksi yang dilakukan pada Jumat 21 Mei 2021 mundur ke arah barat.

Kepala Kepolisian Resor Kota Solo Kombespol Ade Safri Simanjuntak saat dikonfirmasi oleh Kompas juga menjelaskan bahwa tidak ada tembakan saat membubarkan aksi bela Palestina di Solo dan proses pembubaran aksi sudah sesuai teknis operasional.

“Itu sudah teknis operasional. Intinya tidak ada penembakan dalam pembubaran kerumunan melanggar prokes kemarin. Mau tembakan ke atas dan seterusnya, semuanya tidak ada tembakan,” tegasnya.

Aksi itu dibubarkan oleh aparat kepolisian karena dinilai mengabaikan protokol kesehatan dan berpotensi menyebarkan COVID-19.

“Pemberitahuan 80 orang, massa aksi ini hampir 600 orang,” ujar Ade.

Kesimpulan

Dengan demikian, klaim bahwa suara seperti tembakan di postingan video Facebook adalah tembakan dari polisi untuk membubarkan massa aksi bela Palestina di Solo tidak benar. Suara tersebut bersumber dari petugas kepolisian yang memukul tameng dan suara knalpot motor yang digas berulang-ulang.

Kepala Kepolisian Resor Kota Solo Kombespol Ade Safri Simanjuntak juga menegaskan bahwa tidak ada tembakan dari petugas kepolisian dan pembubaran aksi sudah sesuai teknis operasional sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta), Informasi tersebut tidak benar. Faktanya, Solopos.com yang berada di lokasi kejadian menyatakan suara yang terdengar seperti tembakan bukan dari tembakan polisi namun suara tersebut bersumber dari petugas kepolisian yang memukul tameng.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel