Polisi: Bupati Wajo Bakal Jadi Tersangka

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Penyidik Direktorat Reskrim Umum (Polda) Sulsel, kembali menggelar kasus dugaan penculikan dan penganiayaan yang dilakukan Bupati Wajo, Andi Burhanuddin Unru.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Komisaris Besar Endi Sutendi, didampingi Direktur Direskrimum Polda Sulsel Kombes Pol Joko Hartanto, dalam keterangan persnya mengatakan berdasarkan hasil gelar perkara yang bersangkuan dibidik menjadi tersangka.

"Yang bersangkutan sudah mengarah kepada pak bupati sebagai tersangka," katanya, Selasa (29/1/2013) saat menggelar jumpa pers di Mapolda Sulsel tadi malam.

Diberitakan sebelumnya, dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap tiga warga di Doping, Kabupaten Wajo, Bupati Wajo Cs, diduga melakukan penganiayaan menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Selasa (22/01) lalu. Mereka yang diduga di aniaya masing-masing Akhiruddin, Muh Aziz dan Dakirwan.

Mantan Wakapolrestabes Makassar ini, menambahkan, saat ini tim penyidik masih mendalami seluruh keterangan saksi yang sudah ada," penyidik pasti akan melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan  dan secepatnya itu pasti dilakukan guna melakukan pemeriksaan dan jika dalam proses pemeriksaan terbukti maka akan dijadikan tersangka," jelasnya.

Diketahui sebelumnya, dugaan penganiayaan terhadap warga yang berjuluk kota Sutra tersebut terjadi di Desa Doping, Kecamatan Penrang, Kabupaten Wajo, saat rombongan bupati melakukan pengawasan terhadap warganya menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel dan mendapatkan orang yang akan melakukan money politik, kemudian langsung dipukuli oleh rombongan bupati.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.