Polisi Buru Pengunggah Video Kerusuhan Bulak Banteng Surabaya di Medsos

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - Kabid Humas Polda Jawa Timur (Jatim), Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang memburu pengunggah video kerusuhan operasi yustisi PPKM darurat di Bulak Banteng Surabaya.

"Ini akan kami tindaklanjuti hasil pengembangan dari hasil penangkapan, dan kami akan kembangkan, kami tidak akan tinggal diam, kami akan buru pengunggah video di medsos," ujarnya di Mapolda Jatim, Senin (12/7/2021).

Perwira dengan tiga melati emas ini juga menegaskan, pihaknya bersama TNI serta pemerintah setempat akan terus menggiatkan operasi yustisi. Bahkan, nantinya personel akan ditambah untuk di kawasan Bulak Banteng Surabaya.

"Terkait operasi yustisi penambahan personel tim dari Satgas Deteksi. Kami hari ini memberikan sembako di daerah Bulak Banteng itu," ucap Gatot.

Gatot sebelumnya membenarkan, pihaknya yang tergabung dalam tim dengan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, telah memeriksa dan kini menetapkan pemilik Warung Kopi (Warkop) menjadi tersangka.

Pemilik warkop berinisial E ini ditetapkan menjadi tersangka kasus pengerusakan kendaraan patroli operasi yustisi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Bulak Banteng Surabaya, pada Sabtu 10 Juli kemarin malam.

"Setelah dimintai keterangan. Hari ini pemilik warung berinisial E ditetapkan sebagai tersangka kericuhan saat patroli PPKM darurat di daerah Bulak Banteng Surabaya," ujar Gatot di Mapolda Jatim, Minggu (11/7/2021).

Berawal dari Patroli

Gatot menjelaskan, berawal dari patroli yang dilakukan Satgas PPKM Darurat, yakni dari Camat dibantu Polsek Kenjeran dan Koramil di daerah Bulak Banteng, petugas mendapati warkop yang belum tutup, sehingga meminta KTP pemilik warung untuk didata.

Saat didata, lanjut Gatot, tersangka E yang mengaku sebagai pemilik warkop tidak terima dengan penindakan oleh petugas. Sehingga terjadi perdebatan dan menggundang massa (warga) banyak. Kemudian terjadilah pengerusakan mobil patroli 202 milik Polsek Kenjeran.

"Pemilik warung ini melakukan provokasi sehingga mengundang banyak massa, dan terjadilah pengerusakan mobil patroli," ucap Gatot.

Dari peristiwa ini, Gatot mengaku tidak ada korban jiwa dari petugas. Melainkan kerusakan pecah kaca pintu belakang kendaraan patroli lantas 202 Polsek Kenjeran. Pihaknya menyesalkan masih ada masyarakat yang belum paham tugas petugas gabungan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Mantan Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya ini juga mengimbau masyarakat untuk memahami upaya Pemerintah menekan angka Covid-19.

"Patuhi semua ketentuaan, seperti protokol kesehatan dan aturan PPKM darurat yang sudah disosialisasikan sebelumnya. Mari bersama-sama memutus penyebaran Covid-19," ujar Gatot.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel