Polisi buru teman kencan pemotong kelamin Abdul Muhyi

MERDEKA.COM. Polisi sampai saat ini masih memburu pelaku yang tega memotong kelamin Abdul Muhyi (22). Pemuda asal Bogor yang kelaminnya nyaris putus dipotong teman kencan pada Selasa (14/5) kemarin.

Kapolsek Metro Pamulang, Kompol Muhammad Nasir mengatakan, setelah mendapatkan ciri-ciri pelaku dari keterangan korban, polisi pun langsung melakukan pemeriksaan di sekitar Jalan Jalur Gas, dekat Kampus UNPAM di kawasan Pamulang, Tangerang Selatan.

"Indikasinya sudah dibilang korban, seorang wanita berinisial U. Tapi setelah dilakukan penelusuran terhadap salah satu wanita berinisial U, ternyata bukan orang tersebut pelakunya," katanya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (15/5).

Nasir menjelaskan, pihaknya kini masih mencari keterangan saksi-saksi yang berada di tempat kejadian. Ditambahkan dirinya dari hasil pemeriksaan di TKP tidak ada bukti-bukti yang menguatkan kejadian.

"Hasil olah TKP tidak ada bukti yang menguatkan karena tidak ada bekas. Korban juga masih tertutup menceritakan kejadiannya," terangnya.

Dikatakan dirinya saat ini, juga belum bisa dipastikan apakah teman kencan Abdul seorang waria atau wanita.

"Kita juga belum menemukan saksi yang mengetahui kejadian ini di TKP, jadi belum bisa dipastikan" tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Nasib nahas menimpa Abdul Muhyi (22). Kelamin pemuda asal Bogor ini dipotong teman kencannya hingga nyaris putus. Kacaunya lagi, Abdul lupa malam itu berkencan dengan waria atau wanita tulen di lokasi kencan.

"Dia mengaku kelaminnya dipotong pakai benda tajam. Sadar-sadar pukul 04.00 WIB. Aneh juga kenapa dipotong kok tidak terasa," kata Kanit Reskrim Polsek Metro Pamulang AKP Budi Hardjono.

Polisi masih menunggu korban benar-benar sadar sebelum meminta keterangan. Barulah kasus unik ini bisa ditangani.

Baca juga:
4 Keanehan kasus pemotongan kelamin Abdul Muhyi
Ibunda Abdul Muhyi pingsan, tahu kelamin anaknya dipotong

Topik pilihan:
Kasus Suap Daging | Blackberry Live 2013 | Wanita di Sekitar Fathanah | Relokasi Warga Waduk Pluit | Online Shop 

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.