Polisi Cek DNA Pelaku Bom Bunuh Diri

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO-- Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Timur Pradopo menginstruksikan untuk mengidentifikasi dan melakukan tes DNA terhadap pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Ahad.

"Saya bersama Kabareskrim, Kapolda, serta Detasemen Khusus akan segera melakukan langkah penyelidikan dan penyidikan. Semoga waktu untuk identifikasi ini tidak terlalu lama," kata Kapolri di sela olah tempat kejadian perkara di GBIS Kepunton, di Jalan Arif Rahman Hakim Solo, di Solo, Minggu.

Ia mengatakan, hasil identifikasi dan tes laboratorium DNA pelaku akan langsung dicocokkan dengan "database" yang ada di pusat untuk mengetahui pelaku yang menjadi satu-satunya korban dari peristiwa tersebut.

"Hingga saat ini laporan kerugian material tidak terlalu banyak karena bom hanya mengenai pintu utama gereja," kata dia. Berdasarkan laporan terakhir yang diterima Kapolri, jumlah korban luka berat adalah 11 orang dan tujuh orang mengalami luka ringan.

Para korban luka berat yang merupakan jemaat GBIS Kepunton tersebut masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit dr. Oen Surakarta. Pihaknya juga belum dapat memastikan keterkaitan antara peristiwa pengeboman di gereja itu dengan penemuan bom di bantaran Kali Anyar pada awal September 2011.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.