Polisi Ciduk 30 Penjudi di Penjaringan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah mengintai tiga bulan, aparat Unit Reskrim Polsek Penjaringan, Jakarta Utara akhirnya menciduk 30 penjudi yang sedang asyik bermain di sebuah ruko di Jalan Jelambar Fajar No 78 RT 009/006, Penjagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (2/12/2012) dini hari.

Kapolres Jakarta Utara Kombes M Iqbal yang ikut penggerebekan menjelaskan, sindikat ini mengaburkan aksinya, lantaran berjudi di sebuah ruko yang biasa digunakan sebagai percetakan di lantai pertama. Sedangkan lantai kedua dan ketiga menjadi tempat judi.

"Kami menangkap Yanto Halim alias Lim Hong selaku pemilik perjudian. Dia dijerat pasal 303 KUHP dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara. 30 pemain juga kami amankan, terdiri 12 perempuan dan 18 laki-laki," jelas Iqbal di Mapolsek Penjaringan.

Dari penggerebekan yang dilakukan pukul 02.00 WIB, aparat gabungan Polsek Penjaringan dan Polres Jakarta Utara menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp 24 juta lebih, dadu Taysiaw, kartu ceki Tionghoa, rekapan judi bola, tempat penyusunan kartu, serta meja dan kursi.

Aksi mereka sejauh ini aman dari endusan polisi, karena dari luar ruko tak terlihat aktivitas mencurigakan. Bahkan, dalam penggerebekan dini hari tadi, aparat mendapati semua lampu dimatikan, pagar setinggi tiga meter juga ditutup, sehingga petugas memanjat pagar dan mendobrak pintu.

Kapolsek Penjaringan AKBP Aries Syahbudin menambahkan, permainan judi di ruko dilakukan berdasarkan kesepakatan para pemain. Mereka mengundang para pemain menggunakan telepon.

"Jadi tidak buka setiap hari. Mereka seperti sudah membentuk kelompok atau klub tersendiri, dan hanya momen tertentu," ucapnya.

Uang sebanyak Rp 24 juta yang menjadi barang sitaan, tutur Aries, belum termasuk judi bola yang mereka lakukan lewat menelepon pemain yang berada di luar ruko.

"Beberapa kali kami datangi, tidak ada kegiatan di situ. Namun, tadi malam ada informasi, ada beberapa orang masuk ke ruko itu, maka kami gerebek, dan terungkap adanya perjudian ini," terang Aries. (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.