Polisi Ciduk Komplotan Pemuda Bermotor Diduga Pelaku Pengeroyokan

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim gabungan Jatanras Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru mengamankan 15 orang diduga komplotan pemuda bermotor. Mereka diamankan untuk diperiksa atas kasus penganiayaan seorang pemuda di simpang Paus, jalan Arifin Achmad Kota Pekanbaru.

"Sebanyak 15 orang diduga kelompok pemuda bermotor. Status mereka masih dalam pemeriksaan," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pria Budi kepada merdeka.com, Selasa (20/9).

Menurutnya, penangkapan terhadap 15 orang diduga komplotan pemuda tersebut dilakukan lantaran adanya laporan pengeroyokan terhadap seorang warga. Selain itu, para pemuda itu dinilai meresahkan warga.

Belasan remaja itu ditangkap berikut sejumlah barang buktinya. Setelah ditangkap, mereka digiring ke Mapolresta Pekanbaru untuk diperiksa.

"Kemarin kan viral video ada remaja yang diduga dianiaya. Kami telusuri, dapatlah identitasnya dan dia melapor. Dari laporan itu kita amankan remaja-remaja ini," jelas Budi.

Untuk diketahui, seorang remaja menjadi korban dugaan penganiayaan oleh komplotan geng motor, Minggu (11/9) lalu.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Arifin Achmad Pekanbaru tepatnya di Simpang Jalan Paus, Kecamatan Marpoyan Damai. Atas peristiwa itu, remaja tersebut mengalami luka pada bagian kepala.

Di lokasi, seorang remaja terlihat bersimbah darah akibat dianiaya sekelompok orang.

Video korban bersimbah darah pun viral di media sosial. Namun saat kejadian korban enggan melapor hingga akhirnya identitas korban diketahui polisi dan buat laporan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Andrie Setiawan mengingatkan agar masyarakat selalu waspada saat keluar rumah tengah malam. Dia juga mengerahkan tim keliling Pekanbaru memantau potensi gangguan keamanan.

"Beberapa personel kita sebar setiap malam. Jangan ada yang merasa preman atau geng motor di Pekanbaru ini. Kalau berbuat pidana maka akan kami tindak" tegas Andrie.

Andrie menjelaskan, pihaknya telah mengantongi identitas pelaku utama. Di mana sejumlah barang bukti juga diamankan dari pelaku.

"15 ini kami dalami untuk peran-perannya. Namun untuk pelaku utama sudah dapat kami identifikasi," katanya. [fik]