Polisi Dalami Keterangan Tujuh Saksi Kasus Rekayasa Babi Ngepet

Lis Yuliawati, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Polisi memastikan sampai saat ini tersangka kasus rekayasa babi ngepet di Sawangan, Depok, Jawa Barat, baru satu orang, yakni Adam Ibrahim. Namun penyidik tengah mendalami keterangan tujuh orang lainnya yang diduga terlibat dalam kasus yang menghebohkan itu.

“Terhadap tujuh orang ini akan kita lakukan gelar perkara. Itu dilakukan untuk menentukan apakah tujuh orang itu masih terus jadi saksi atau bahkan bisa berubah,” kata Kasubag Humas Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Supriyadi, Jumat, 30 April 2021.

Dari pemeriksaan sementara, tujuh orang itu pun mengaku tertipu Adam. Namun polisi tak ingin gegabah dalam mengambil keputusan. “Adam sudah ngaku kalau semua rekayasa dia. Nah apakah ketujuh orang itu korban atau bukan kita lihat hasil gelar perkara kita,” ujarnya.

Sampai saat ini, lanjut Supriyadi, belum ada bukti tambahan atas kasus itu.

Untuk diketahui, Adam telah ditetapkan sebagai tersangka kasus rekayasa babi ngepet. Saat beraksi dia tak sendiri, melainkan dibantu sejumlah rekannya yang merupakan warga sekitar di wilayah Kelurahan Bedahan. Agar tipuannya berjalan mulus, mereka membeli seekor babi di situs belanja online dengan harga Rp900 ribu.

“Mereka mengarang cerita, ada tiga orang, satu orang turun tanpa menapakan kaki, kemudian keduanya pergi naik motor tiba-tiba satu setengah jam berubah jadi babi, padahal itu tidak benar. Sudah direncanakan,” kata Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Imran Edwin Siregar, Kemarin.

Dari hasil interogasi sementara, diketahui Adam dan timnya telah merencanakan cerita bohong itu sejak Maret lalu. Imran juga meragukan tentang kabar hilangnya duit secara misterius di wilayah tersebut. “Tidak jelas, itu menurut mereka. Kalau sekarang logikanya, kalau hilang ya lapor polisi saja,” katanya

Atas perbuatannya itu, Adam diancam dengan jeratan penjara selama 10 tahun.