Polisi Dalami Pemeriksaan Saksi Kasus Kebocoran Data BPJS Kesehatan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Polisi terus mengusut kasus kebocoran data pribadi penduduk Indonesia yang diperjualbelikan di forum online. Penyidik masih akan memanggil sejumlah pihak yang berkaitan dengan BPJS Kesehatan.

"Kemungkinan besar masih (memanggil saksi-saksi lain). Tergantung kepentingannya nanti, kalau memang ada pihak-pihak yang penyidik yakini bisa memberikan informasi sehingga memperjelas permasalahan yang ada, tentunya penyidik akan memintai keterangan," tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (8/6/2021).

Menurut Rusdi, pihaknya telah memeriksa sejumlah pejabat BPJS Kesehatan dan vendor teknologi informasi. Dalam menangani kasus semacam ini, Polri bekerjasama dengan Kominfo, BSSN, dan instansi terkait lainnya.

"Penyidik masih bekerja," kata Rusdi.

Direktorat Pidana Siber Bareskrim Polri sampai saat ini masih mendalami adanya unsur pidana dalam kasus kebocoran data 279 juta data kepesertaan BPJS Kesehatan yang tersebar di forum internet.

"Tentunya kita berharap bisa dapat menyelesaikan kasus masalah kebocoran data dari peserta BPJS Kesehatan," kata Rusdi Hartono, Kamis 3 Juni 2021.

Rusdi mengatakan, proses penyelidikan hingga saat ini masih terus berlangsung. Polisi masih memeriksa sejumlah vendor teknologi informasi yang ada di BPJS Kesehatan sebagai saksi.

"Beberapa saksi dari BPJS telah diperiksa dan juga beberapa vendor ya sebagai penyedia teknologi informasi yang ada di BPJS itu pun telah dilakukan pemeriksaan pemeriksaan," tuturnya.

Namun demikian, Rusdi tidak merinci siapa vendor yang telah diperiksa. Dia pun meminta kepada publik untuk bersabar dan menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan Direktorat Pidana Siber Bareskrim Polri.

Kebocoran Data

Ilustrasi garis polisi. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)
Ilustrasi garis polisi. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)

Sebelumnya, kabar kebocoran data peserta BPJS Kesehatan beredar melalui sejumlah akun media sosial Twitter.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi terkait dugaan kebocoran data penduduk Indonesia dan diperjualbelikan dalam sebuah forum.

Hasil investigasi menemukan sampel data yang bocor diduga kuat berasal dari BPJS Kesehatan. Dari investigasi itu juga ditemukan bahwa data sampel yang ditemukan tidak berjumlah 1 juta seperti klaim penjual, namun berjumlah 100.002 data.

Data tersebut dijual oleh akun bernama Kotz menjual data pribadi di Raid Forums. Akun Kotz sendiri merupakan pembeli dan penjual data pribadi atau reseller. Tidak hanya dari Indonesia, Kotz disebut menjual dan membeli data pribadi di negara lain melalu forum tersebut.

"Kominfo menemukan bahwa sampel data diduga kuat identik dengan data BPJS Kesehatan. Hal tersebut didasarkan pada data Noka (Nomor Kartu), Kode Kantor, Data Keluarga/Data Tanggungan, dan status Pembayaran yang identik dengan data BPJS Kesehatan," katanya dalam keterangan pers, Jumat (21/5).

Dedy mengungkapkan Kominfo telah mengajukan pemutusan akses terhadap tautan pengunduhan data tersebut untuk mencegah penyebaran data makin meluas.

"Kementerian Kominfo telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk mencegah penyebaran data lebih luas dengan mengajukan pemutusan akses terhadap tautan untuk mengunduh data pribadi tersebut," bebernya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel