Polisi Dalami Temuan 3 Kg Ganja di Perumahan KPKN Bogor

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Reskrim Narkoba Polresta Bogor masih mendalami temuan ganja seberat 3 Kilogram di kawasan Perumahan KPKN, Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat. Ganja itu ditemukan dalam plastik warna hitam oleh warga di bawah tempat duduk pinggir jalan.

"Belum ada tanda siapa pemiliknya, kita masih melakukan penyelidikan di lapangan," kata Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota Kompol Agus Susanto kepada merdeka.com, Senin (30/5).

Ia menduga, barang haram itu merupakan transaksi antara pembeli dan penjual. Sehingga, ditaruhnya di lokasi agar tidak diketahui oleh orang lain maupun petugas.

"Kemungkinan besar ya, diduga itu merupakan rencana transaksi dengan cara sistim tempel yang dilakukan penjual kepada calon pembeli," katanya.

Agus mengatakan, paket ganja itu ditemukan warga di bawah kursi tempat biasa warga berkumpul pada Sabtu (28/5) malam. Mulanya, warga dari kejauhan melihat ada dua orang datang dan tak lama kemudian mereka pergi setelah menaruh barang di bawah tempat duduk.

"Informasinya warga melihat sekitar pukul 18.30 WIB, ada dua orang datang lalu menyimpan barang di bawah tempat duduk," kata dia.

Warga mulai curiga setelah memerhatikan barang yang terbungkus plastik hitam itu masih berada di bawah tempat duduk. Karena penasaran, beberapa warga akhirnya memberanikan diri untuk memeriksa isi dalam plastik tersebut. Setelah kantong dibuka, di dalamnya berisi tiga buah benda berbentuk persegi panjang.

Khawatir barang berbahaya, warga ini kemudian melaporkan ke aparatur wilayah untuk bersama-sama mencari tahu isi ketiga paket tersebut. Setelah dicek, warga terkejut karena ternyata tiga paket berukuran besar itu berisi ganja kering dan setelah ditimbang masing-masing beratnya 1 kilogram.

Namun kata Agus, warga tidak langsung melaporkan temuan narkoba ini ke pihak kepolisian. Mereka memilih menunggu ada pihak yang mengambil paket tersebut.

"Jadi sama mereka dibiarin dulu sampai ada orang yang mau ngambil. Tetapi ternyata setelah ditungguin sampai pagi, tidak ada yang ngambil. Setelah itu, baru dilaporin ke Polsek," ucap dia. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel