Polisi Dalami Uang Hasil Pemerasan Hercules

TEMPO.CO , Jakarta: Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya masih mendalami uang hasil pemerasan yang diduga dilakukan oleh Hercules Rozario Marshall dan anak buahnya.  »Masih didalami berapa totalnya,” kata juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto kepada Tempo, kemarin.

Rikwanto menyatakan, Hercules dijerat oleh polisi dengan Pasal 368 KUHAP tentang pemerasan. Menurut dia, uang hasil pemerasan itu akan dikembalikan kepada para korbannya jika terbukti di pengadilan. »Biar pengadilan nanti yang memutuskan,” kata Rikwanto.

Hercules juga dijerat Pasal 160 (menghasut), Pasal 214 (melawan petugas yang sah), Pasal 170 (pengeroyokan), dan UU Nomor 12 Tahun 1951 (kepemilikan senjata). Polisi sampai kini belum memproses permohonan penangguhan penahanan Hercules. Alasannya, polisi masih berfokus pada pemberkasan kasus premanisme yang dilakukan oleh Hercules.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Hengki Haryadi mengatakan, hingga saat ini pihaknya baru memperoleh pengaduan dari tiga korban yang mengaku diperas kelompok Hercules. Satu di antaranya mengaku sudah menjadi korban sejak 2011.

»Mereka mengalami kerugian sampai Rp 1,5 miliar," katanya. Hengki tidak bersedia menyebut identitas para pelapor. Namun dia mengatakan tempat yang paling rawan adalah wilayah Kembangan dan sekitarnya.

Seorang sumber Tempo yang menjadi korban mengatakan, Hercules beserta anak buahnya datang saat mereka mulai membangun. Ia menagih uang keamanan dengan jaminan tak akan mengganggu proyek pembangunan.

Awalnya ia meminta Rp 500 juta. Jumlah ini dipenuhi kontraktor dengan perjanjian resmi. Namun ternyata Hercules tak berhenti memeras para pemegang proyek. Sekali memalak, jumlahnya bisa ratusan juta rupiah. hanya meminta uang, ia juga kerap memalak bahan bangunan.

Untuk mencegah pemerasan, Kepolisian Resor Jakarta Barat kemudian menggelar apel di pelataran PT Tjakra Multi Strategi di Srengseng, Kembangan, pada 8 Maret 2013. Apel inilah yang menyulut kemarahan kelompok Hercules sehingga terjadi insiden pemecahan kaca kantor PT Tjakra Multi. Belakangan, polisi menangkap dan menahan Hercules berikut puluhan anak buahnya.

Joao Meco, pengacara Hercules, mengatakan kliennya siap menghadapi proses hukum ihwal tuduhan pemerasan itu. »Sekarang dia diam, tapi nanti akan dilawan di persidangan,”kata Joao melalui telepon, Jumat lalu.

DIMAS SIREGAR | DESYANI | M. ANDI PERDANA | AFRILIA SURYANIS | ALI ANWAR

SUTJI DECILYA | WANTO

Baca juga

EDISI KHUSUS: Hercules dan Premanisme

Kontroversi Densus

Simpanan dan Istri-istri Djoko Susilo

Di Jawa Tengah, PKS Ingin Mengulang Sukses

Yusuf Supendi Gabung Hanura, Anis Matta Cuek

Bawa 3 Kg Ganja, Mobil Tabrak Polisi Hingga Tewas

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.