Polisi Dalami Video Buru Pelaku Perundungan Bocah di Tangsel

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Unit Perempuan dan anak (PPA) Polres Tangerang Selatan, masih melakukan penyidikan kasus tindak pidana perundungan dan kekerasan yang dialami seorang bocah di Tangerang Selatan.

Kapolres Tangsel AKBP Sarly Sollu menerangkan, saat ini pihaknya sedang mencari tahu orang-orang yang terlibat dalam aksi kekerasan dan perundungan terhadap anak tersebut.

"Saat ini penyidik sedang mendalami video terkait siapa saja orang yang dalam video," kata Sarly Sollu dikonfirmasi, Rabu (18/5).

Dia menegaskan sudah memperoleh laporan resmi dari orang tua korban anak tersebut. Saat ini orang tua dari anak itu, juga tengah dimintai keterangannya guna memperoleh informasi lebih lengkap atas peristiwa perundungan dan kekerasan itu.

"Orang tua korban sudah membuat laporan. Untuk identifikasi pelaku dengan meminta keterangan dari ibu korban sebagai pelapor," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, video seorang anak menjadi korban perundungan dan kekerasan diduga dilakukan teman-temannya viral di media sosial. Korban dipastikan sudah membuat laporan polisi atas tindak kekerasan dan perundungan yang dialaminya.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, aksi perundungan dan kekerasan terhadap anak tersebut dilakukan di dalam kamar rumah. Terlihat korban dikerubungi beberapa anak diduga melakukan perundungan dan kekerasan fisik.

Salah satunya, korban dipaksa menjulurkan lidah untuk digunakan pelaku mematikan api rokok. Dari rekaman video yang beredar, lidah korban tersebut beberapa kali disundut bara rokok yang menyala hingga rokok itu mati.

"Mana lidah lu, melet, melet," kata pelaku yang menyundutkan bara api di rokok yang menyala ke lidah yang dijulurkan korban.

Tidak hanya itu, korban juga terlihat beberapa kali menerima kekerasan fisik. Korban terlihat dipukul menggunakan besi obeng yang ditusukan para pelaku ke tubuh korban. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel