Polisi dan damkar masih menyelidiki penyebab kebakaran toko swalayan

Polisi dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Cianjur, Jawa Barat masih menyelidiki penyebab kebakaran toko swalayan di Jalan Raya Sukabumi-Cianjur,meskipun tidak ada korban jiwa namun akibat kebakaran kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Koordinator Damkar Cianjur Micky Arizona, di Cianjur, Senin, mengatakan kebakaran yang menimpa toko swalayan itu, diketahui pertama kali oleh pegawai yang sedang bertugas, melihat asap hitam keluar dari dalam gudang penyimpanan barang di bagian belakang toko.

"Kami masih melakukan pendinginan dan belum bisa memastikan api berasal dari mana, namun dugaan sementara akibat arus pendek listrik. Kebakaran terjadi Senin malam sekitar pukul 18.00 WIB. Penyelidikan akan dilakukan bersama Inafis Polres Cianjur," katanya lagi.

Dua unit mobil pemadam yang diturunkan berhasil memadamkan api dalam hitungan menit, sehingga tidak sampai menjalar ke bagian depan toko. Petugas Inafis dari Polres Cianjur bersama petugas damkar langsung melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Pegawai toko swalayan Nopik Ramdani (20) mengatakan pertama kali melihat asap tebal keluar dari dalam gudang penyimpanan barang, namun dia sempat tidak mempedulikan hal tersebut karena menduga asap berasal dari luar gudang yang bersebelahan dengan perkampungan warga.

"Tapi lama-lama asap tambah tebal dan masuk ke dalam toko bagian depan, sehingga saya bersama rekan lainnya memastikan apa yang sudah terjadi di bagian belakang. Ternyata api berasal dari gudang penyimpanan barang, saya meminta karyawan pembeli untuk keluar dari dalam toko," katanya.

Dia dan beberapa orang karyawan yang bertugas malam itu, belum bisa memastikan dari mana api berasal karena saat memastikan kebagian gudang sudah tertutup asap tebal, sehingga pandangan terhalang asap. Namun pihaknya menduga kebakaran terjadi akibat arus pendek listrik di dalam gudang penyimpanan barang.

"Kami juga belum bisa memperkirakan berapa besar kerugian, namun taksiran sementara lebih dari seratus juta. Kami belum bisa masuk kembali karena asap masih tebal di dalam toko meski petugas sudah melakukan pendinginan," katanya lagi.
Baca juga: RSUD Pagelaran Cianjur tetap layani pasien meski terdampak kebakaran
Baca juga: Tiga KK berhasil selamat saat rumahnya terbakar